Saya pikir, pendidikan di institusi adalah jembatan untuk menuju kesuksesan. Nah, yang namanya jembatan, ya artinya adalah alat perantara. Untuk pergi dari satu tempat ke tempat lain, jembatan adalah salah satu cara yang efektif dan mainstream untuk dilalui seseorang. Namun bukan salah satunya. Bisa saja kan, dia pakai tali. Atau bisa juga lebih praktis, naik pesawat misalnya.

Jadi.. saya bingung jika ada yang begitu mengagung-agungkan pendidikan institusi. Berpikir bahwa jalur S2 atau S3 adalah satu-satunya jalan untuk menjamin kesuksesan dan kemakmuran seseorang. Padahal mah ya banyak juga teman saya yang sudah S2 tapi masih bingung apa yang mau dia capai dalam hidup? Apa sebenarnya yang dia cari. Dan sebenarnya untuk apa S2-nya itu? Di lain sisi, ada juga orang-orang yang bahkan tidak kuliah S1, tapi sudah tahu apa yang sebenarnya yang dia cari.

Kalau saya sendiri sih, sederhana saja. Tidak peduli dia punya gelar tinggi lewat institusi atau tidak. Yang penting dia bahagia dengan apa yang dia miliki. Dia tahu apa yang mau ia capai. Dia bisa berguna untuk orang lain. Itu sudah lebih dari cukup.

Kalau setiap orang seperti itu, yang penting bahagia dan bisa berguna bagi orang lain. Tanpa mementingkan label, macam pendidikan di institusi, bukankah hidup lebih tentram?

Tapi yah bukan berarti pendidikan institusi tidak penting sih. Penting, tapi bukan segalanya. Begitu.

Lalu saya juga bingung dengan celoteh : ‘Ya ampun, susah-susah Harvard tapi malah bikin go-jek’. Padahal mah apa yang salah ya? Justru dari go-jek bisa membuat banyak senyum dan kebahagian bagi para pengguna dan tukang ojeknya, jadi kenapa malah digituin ya? Memangnya lulusan Harvard harus jadi apa coba?

 

Iklan

Buklet Permainan ‘Asal Mula Namaku’

Buku ‘Asal Mula Namaku’ dicetak ulang kembali! 🙂

Kali ini, selain buku juga ada suplemennya berupa buklet seperti ini (bisa dibeli terpisah) :

cover depan

 

Spesifikasi : Art cartoon 260 gr.
10 halaman, 5 jenis permainan
Harga : IDR 22.500
Harga promo : IDR 15.000(promo sampai 10 Agustus)

**
Di dalam buklet ini, semua tokoh akan mengajak kalian bermain bersama.

Misalnya saja U yang suka melihat awan mengajak I (dan tentunya kalian!) untuk berlomba mewarnai awan

9
Disediakan juga dadu agar permainan ini lebih seru!

13.
Selain U, ada juga O yang suka onde-onde akan mengajak kalian melempar koin di dalam onde-onde yang sudah disediakan

4

 

 

Dan tokoh-tokoh lainnya.

 

Apa manfaat dari buklet ini?

Selain mengajak anak bersenang-senang, buklet ini juga dapat melatih motorik halus dan kasar si kecil. Misalnya dengan aktivitas mewarnai, berlari, dan menggunting.

Ayah dan Ibu juga dapat memperkenalkan konsep pra-akademis melalui buklet ini, misalnya dengan memberi tahu warna berbagai benda yang ada di dalam buklet. Atau dengan menghitung jumlah langkah yang harus dijalankan setelah melempar dadu.

Dan.. buklet ini pastinya tepat sekali untuk Ayah dan Ibu yang sedang kebingungan permainan apa yang ingin dimainkan dengan si kecil hari ini. Atau sedang bepergian jauh dan ingin teman untuk menemani si kecil selama perjalanan.

Selamat bermain 🙂