Parfum

Ada hal-hal yang kamu jaga dengan sepenuh hati.

Seperti wangi parfum yang selalu kamu semprotkan setiap pagi.

Dan seperti parfum, ia dapat menguap perlahan-lahan.

Tanpa mata kamu dapat merekam jejaknya.

Tanpa diri kamu dapat merengkuhnya.

Yang dapat kamu lakukan, hanya kembali menyemprotkan parfumnya.

Agar wanginya senantiasa terjaga.

Walaupun ah, bukan terjaga sih namanya, jika kamu mengganti yang lama dengan yang baru.

Yang hanya serupa saja.

 

Kemudian ada saatnya,

ketika takarannya menjadi tidak pernah pas.

Ketika kamu semprot banyak-banyak, wanginya menyengat dan membuat dadamu sakit.

Ketika kamu semprot sedikit-sedikit, wanginya hilang dan timbul. Tidak tercium wangi yang kamu harapkan.

 

Dan kemudian ada saatnya,

Ketika kamu berjalan-jalan, dan menemukan satu wangi yang menggiring indra penciumanmu ingin menciumnya, lagi dan lagi.

Wangi yang lain.