2 Maret 2015

Habis dari Gramedia, terus senang melihat Gramedia ramai dengan pengunjung. Selain itu rak top 10 book sellersnya catchy (walaupun agak terkejut mendapati 2 atau 3 top tennya adalah buku tentang CJR (?, how come apa gara-gara lagi ada filmnya ya)).
Lalu ada rak ‘imported books’. Baru banget lihat ini.
Lalu petugasnya jadi ramah. Baru pertama kali ini ke Gramedia dan petugasnya nanya ‘Ada yang bisa dibantu? Cari buku apa?’ (apa gara-gara muka gw yang kayak orang kebingungan ya. Entahlah).
Semoga dengan inovasi-inovasi seperti itu, akan semakin banyak (atau paling gak tetap) orang-orang yang mengunjungi toko buku. Yeiyy!
#365HariBersyukur
Iklan

1 Maret 2015

Dongeng jaman dulu tuh sebenarnya suka bikin (saya) geleng-geleng kepala, terutama karena sebenarnya banyak yang logikanya suka gak masuk (baru sadar sih setelah dibaca ulang dewasa gini).
Nah, hari ini saya baru saja membaca untuk pertama kalinya dongeng berjudul ‘Buttercup’. Sadis banget ini mah dongengnya. Awalnya sih saya merasa konyol logikanya, tapi akhir cerita yang ditutup dengan kesadisan membuat saya terngiang-ngiang.
Perasaan ini membuat saya teringat saat membaca buku ketika kanak-kanak dulu. Mungkin banyak yang gak masuk akal. Tapi yang saya ingat justru emosi si tokohnya. Kesedihannya, keriangannya, dan segala emosi lainnya.
Mungkin itu yang menyenangkan membaca saat kecil dulu. Membaca ya membaca saja. Gak perlu ditelaah dan dianalisis seperti dewasa ini. Membaca jadi rasanya menyenangkan. Rasa saja yang jalan, nalar mah urusan kesekian.
#365HariBersyukur

28 Februari 2015

Saya ketemu teman saya yang sedang hamil. Sedang mual-mualnya. Sedang menyiksa-nyiksannya (kalau saya mah melihatnya). Tapi ia gak melihat dan merasakan itu sebagai sesuatu yang menyiksanya. Ia justru senang banget dan gak kelihatan penyesalan atau penderitaan saat ia menceritakan berbagai hal-hal yang berubah (atau akan berubah) dari dirinya. Sayanya justru bertanya-tanya dan gak bisa membayangkan bagaimana ya rasanya 9 bulan berada dalam kondisi seperti itu?
Tapi setelah pertemuan dengan teman saya, saya mencapai satu kesimpulan. Tuhan mendesain kita sedemikian rupa, sehingga hal-hal yang kita kira tidak mampu kita lakukan, kalau memang sudah kodratnya ya pasti bisa-bisa saja.
Seperti membawa anak di dalam kandungan saat hamil. Terlihat (mungkin), bagaimana seseorang bisa membawa sakit dan lelah dalam waktu yang panjang, tapi Tuhan pun juga sudah memberikan rasa kasih dan cinta yang membuat seseorang bisa bertahan dan malah menyukai saat-saat itu,
Jadi dari situ belajar bahwa kita terkadang (atau sering kali) merasa gak bisa melakukan apa yang akan kita lakukan. Sebelum dilakukan rasanya ingin menyerah duluan. Padahal saat dijalani, ternyata gak seberat yang kita pikirkan. Saat kita sudah melaluinya, baru deh kita amaze dengan diri sendiri ‘eh ternyata gw bisa loh’.
Jadi memang mesti keep going kalau kita sudah yakin mah.
#365HariBersyukur