Edtech Indonesia Community

11050127_10153385305589683_5308586172203937570_n

Senin, 4 Mei 2015, menjadi salah satu pembicara (mewakili dan mempresentasikan apa itu Rabbit Hole) dalam sesi speakthon yang merupakan rangkaian launching Edtech Indonesia community.

Untuk yang belum tahu Rabbit Hole, dirangkum lagi di sini ya. Bahwa Rabbit Hole memiliki 2 misi utama, yaitu :

1. Menyediakan buku bacaan yang menyenangkan untuk anak, sehingga anak pun akan merasa membaca adalah sebuah kegiatan yang menyenangkan dan meneruskan kegiatan ini menjadi suatu kebiasaan.

2. Mendekatkan hubungan orang tua dan anak melalui membaca buku bersama-sama secara rutin.

Hal tersebut berdasarkan pengalaman saya sebagai psikolog. Banyak klien saya yang mengeluhkan kesulitan berkomunikasi dengan anak. Selain itu, saya lihat banyak masalah yang terjadi saat remaja berakar dari kurangnya komunikasi antara orang tua dan anak. Lalu berdasarkan literatur yang saya baca (dan juga hal yang saya percayai), bahwa membaca buku bersama dengan anak dapat menjadi sarana mendekatkan orang tua dan anak. Tidak perlu lama, 10 menit saja per hari, yang penting konsisten dilakukan. Selain hubungan dengan orang tua, membaca buku juga memiliki banyak manfaat positif bagi perkembangan anak.

Nah, apa yang dilakukan Rabbit Hole untuk mencapai misi tersebut?
1. Buku custom
Buku yang cerita dan ilustrasinya dibuat khusus untuk anak yang memesan. Harapannya, dengan anak membaca buku yang khusus dibuat untuknya, anak akan tertarik membaca buku dan merasa bahwa buku adalah hal yang menyenangkan. Lalu selanjutnya ia pun akan mengembangkan kebiasaan membaca.

2. Buku masal
Buku yang dicetak masal seperti buku pada umumnya. Perbedaannya adalah sebisa mungkin memasukkan unsur anak yang membaca menjadi tokoh utama. Misalnya gambar tokoh utama dikosongkan, lalu anak dapat menggunting gambar tokoh perempuan atau laki-laki yang ada di halaman paling akhir sesuai jenis kelaminnya. Anak juga dapat mengisi nama tokoh utama dengan namanya, dengan menuliskannya atau menempel stiker huruf yang disediakan.
Selain itu, dari segi cerita, kami berusaha membuat buku dengan tema yang jarang, atau bahkan tidak ada, di Indonesia, namun dirasa penting untuk ada. Misalnya buku untuk bayi atau buku mengenal huruf dengan cara yang menyenangkan.

3. Dongeng digital
Dongeng yang tersedia di perangkat digital, seperti iOS, android, atau CD Room. Mengingat anak tidak akan dapat terlepas dari gadget, jadi kenapa tidak menyediakan konten digital yang mendidik untuk anak? Dongeng dibuat sebisa mungkin menarik untuk anak. Misalnya dengan adanya fitur yang memungkinkan anak yang membaca dapat mengganti nama tokoh utama menjadi namanya. Anak juga dapat menjadi sutradara. Ia dapat memilih salah satu dari beberapa jalan cerita yang disediakan di tengah-tengah cerita.

11196363_490144311141396_493939887011124492_nFoto oleh : Arya Kusumo

**

Tentang Ed Tech Indonesia Community,
menurut Herry Fahrur Rizal, salah satu penggagas acara ini, dibentuknya komunitas Edtech di Indonesia karena ingin memajukan pendidikan Indonesia melalui teknologi.

Ia mengatakan Indonesia sekarang ini berada pada sistem school 2.0, sementara negara maju rata-rata sudah ada di sistem school 3.0, bahkan 4.0.

Yang dimaksud dengan sistem school 2.0 sendiri adalah peserta didik memiliki ruang gerak yang terbuka. Sudah dapat terhubung dengan yang lain secara virtual, menciptakan kreasi uniknya sendiri, dan berkontribusi secara nyata.

Sedangkan pada sistem school 3.0 & 4.0 guru tidak melulu menjadi sumber pembelajaran murid. Semua dapat menjadi murid. Semua pun dapat menjadi guru. Teknologi menyediakan sumber informasi tanpa batas untuk pengembangkan pembelajaran.

Untuk itu, komunitas Edtech Indonesia ingin membantu mengakselerasi / mempercepat Indonesia dari sistem school 2.0, menjadi 3.0, lalu 4.0.

Semoga bersama-sama kita bisa mewujudkan pendidikan Indonesia yang lebih baik ya! Semoga Rabbit Hole juga bisa berkontribusi terhadap kemajuan pendidikan di Indonesia ❤️🐰 Semangat!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s