Perlukah permainan untuk anak?

Halo, hari Minggu kemarin (19 April 2015) menjadi ‘pembicara virtual’ untuk diskusi online suatu grup via whatsapp bersama dengan Mbak Mutia. Berikut rangkumannya materi dan jawaban saya atas pertanyaan yang ada 😀

Topik : PERLUKAH PERMAINAN UNTUK ANAK?

Rumusan Masalah :
1. Kapan anak mulai diberikan permainan?
2. Apa fungsi permainan untuk anak?
2. Seberapa penting kah permainan bagi anak?
3. Apa dampak dari pemberian mainan pada anak?
4. Jenis Permainan seperti apa yang dapat diberikan kepada anak khususnya utk mmbantu pertumbuhan dan perkembangannya?

Goal:
1. Mengetahui manfaat permainan bagi anak
2. Mengetahui permainan yang baik untuk anak disesuaikan dengan rentang usianya.

Apakah bermain penting bagi anak?

Sangat penting. Jika diibaratkan bahasa orang dewasa adalah melalui kata-kata. Sedangkan anak-anak berkomunikasi melalui bermain. Bermain adalah bahasa anak.

Bermain memiliki banyak fungsi bagi anak. Salah satunya adalah bagi perkembangan sistem sensori kita (yang nantinya penting sebagai seseorang dapat menyerap informasi dan belajar).

Detailnya begini :
Pernah dengar tentang sensori integrasi?
Itu adalah sistem (yang terdiri dari panca indra kita) di dalam tubuh yang bertugas mengambil semua informasi yang ada di sekitar kita. Lalu mengatur infomasi tersebut menjadi bermakna bagi kita, dan kita pun bisa bertindak sesuai dengan yang kita maknai. Jadi sensori yang terintegrasi itu penting sekali untuk dasar seseorang belajar.

Contohnya, ketika kita mendengar anjing yang menyalak, kuping kita akan mengambil informasi suara itu. Lalu menyampaikannya ke otak dan otak memaknainya. Contoh pemaknaannya : Ini suara apa ya? Oh, suara hewan. Hewan apa ya? Oh anjing. Anjingnya besar apa kecil ya? Galak apa gak ya? dst. Setelah itu otak akan mencocokkan informasi dengan pengalaman masa lampau yang ada dalam memori kita. Misal, kita pernah digigit oleh anjing, maka reaksi kita akan terbirit-birit mendengarnya. Beda kalau kita pernah pelihara anjing dan suka banget, kita justru menghampiri anjing itu.

Apa yang akan terjadi jika sensori kita tidak terintegrasi?
Otak kita tidak menerima pesan, pesan yang diterima tidak konsisten, atau informasi sensorinya konsisten tapi tidak terintegrasi dengan informasi sensori dari sistem sensori yang berhubungan.

Akibatnya anak bisa jadi sangat sensitif (atau justru tidak beraksi sama sekali) dengan sentuhan, gerakan, atau suara; tidak dapat menenangkan diri sendiri; terlambat bicara atau kemampuan bahasa atau motorik; dan masih banyak akibat lainnya.

Perkembangan sistem sensori ini sudah dimulai sejak rahim dan terus berlanjut selama hidup kita. Pada tahun-tahun awal kehidupan, integrasi sensori terbentuk melalui aktivitas fisik. Sehingga, tahun-tahun awal kehidupan disebut sebagai tahun sensori motor, dan penting sebagai dasar sistem sensori kita. Oleh karena itu perlu banyak bergerak untuk menyempurnakan sistem sensori kita. Bergerak ini paling banyak didapat anak melalui bermain.

Beberapa penelitian juga memperlihatkan bahwa ketika orang tua mendampingi anak bermain, maka berguna bagi perkembangan otaknya. Misalnya :
– Saat bermain, orang tua dapat merefleksikan perasaan anak (membantu mengerti misalnya dengan mengatakan apa yang dirasakan anak). Jika anak dibantu mengenali perasaannya maka zat anti cemas di dalam otak yang bernama GABA akan dilepaskan. GABA juga bisa dilepaskan oleh otak jika orang tua mengatakan pesan berulang-ulang pada anak dengan nada yang menenangkan. Jadi sambil bermain, Ayah dan Ibu bisa menyelipkan kata-kata yang menenangkan agar ketika anak sedang cemas atau menghadapi hari yang buruk, dengan Ayah dan Ibu bermain sambil mengatakan kata-kata yang menenagkan, anak pun bisa berkurang kecemasannya. Contoh kalimatnya misalnya : ‘Wah, pintar anak Papa mainannya disusun rapih’. Atau bisa juga dengan menyanyikan lagu favorit secara rutin setiap kali bermain dengan anak. Jadi setiap anak mendengar lagu tersebut, ia bisa berkurang juga kecemasannya

– Setiap interaksi yang positif antara orang tua dan anak dapat membuat opioids dan oxytocin menjadi dominan di dalam otak anak. Nah apa sih manfaatnya kalau opioids dan oxytocinnya dominan? Banyak sekali! Misalnya anak tidak agresif atau cemas, anak lebih tenang, sistem imunnya lebih baik, dan masih banyak lagi.

Itu adalah dua contoh manfaat bermain yang berkaitan dengan otak.

**
1. Apa pengaruh yang didapatkan anak ketika dewasa bila ketika kecil anak jarang main di luar. Menghabiskan sebagian besar waktunya hanya di dalam rumah. Jika pun keluar aktivitasnya dibatasi dan diawasi. Tidak boleh lari, jangan sampai jatuh, tidak boleh memanjat, tidak boleh main kotor?

Lebih baik jika seimbang anak di dalam dan di luar rumah. Namun jika memang kondisi gak memungkinkan (misalnya, anak2 di lingkungan luar sering berkata kasar jadi takut anak kebawa pengaruh yang tidak baik atau lingkungan tidak aman) maka tidak apa-apa di rumah, asal tetap dimaksimalkan bermainnya (bermain yang mengasah berbagai kemampuan anak). Misalnya kemampuan motorik kasar, yang lebih banyak didapatkan saat bermain di luar. Bisa didapatkan melalui bermain lempar tangkap bola misalnya saat di dalam rumah. Atau kemampuan sosialisasi yg didapat saat bersama teman di luar, bisa didapat dengan berkomunikasi dengan ortu/saudara saat di dalam rumah

2. Jenis permainan apa yang dapat membantu tumbang anak?
Permainan yang membantu tumbuh kembang anak ada banyak sekali, dan sebaiknya mengaju dengan perkembangan anak. Misalnya saat anak bayi, dan sensori motornya berkembang. Maka mainan yang ada bunyi-bunyian, ada berbagai tekstur (seperti sensory bin) itu bisa dimaksimalkan. Selanjutnya saat anak batita, permainan yang lebih banyak membuat anak mandiri lebih banyak diberikan. Anak preschool lebih banyak permainan pretend play (pura-pura), mendorong komunikasi dengan orang lain.

3. Adakah dampak positif dari gadget untuk permainan anak? Jika ada apakah gadget layak dimasukkan dalam list permainan anak?
Kenapa gadget menurunkan atensi? Karena walaupun gadgetnya gak bergerak, tapi pergerakan satu scene ke scene yang lain sangat cepat. Aplagi jika anak terbiasa sejak dini diberikan gadget, ia terbiasa melihat sesuatu secara cepat berganti2. Akhirnya ketika di dunia nyata, ia akan merasa duni nyata begitu lambat dan sulit memusatkan perhatian pada hal yang terasa lambat itu. Itulah mengapa AAP menegaskan anak dibawah 2 tahun sebaiknya tidak diberikan gadget terlebih dahulu. Agar fokus atensinya terbentuk terlebih dahulu.

Namun beberapa penelitian belakangan juga menemukan bahwa gadget memiliki beberapa manfaat positif. Seperti games yang memungkinkan kita berinteraksi dengan orang lain dengan tukar menukar barang (misalnya the sims) itu juga bisa meningkatkan kemampuan komunikasi sosial. Atau games yang meminta kita untuk menembak tepat sasaran (seperti angry birds) bisa meningkatkan kemampuan visual spasial. Namun ya itu, harus dibatasi (maksimal 2 jam/hari, dan tidak terus menerus). Dan orang tua mengingkatkan realita (bahwa games tidak sama dengan kehidupan nyata. Misalnya di kehidupan nyata tidak memukul org lain).

4. Apakah bermain di playground menjadi salah satu permainan yg disarankan utk anak?
Tentu saja sangat disarankan. Banyak sekali manfaat yang akan didapatkan anak. Yang paling utama dari segi kemampuan motorik, dengan memanjat, berlari, bermain ayunan, bermain pasir, kemampuan motorik (baik halus dan kasar bisa terlatih). Anak juga bisa berlatih bersosialisasi dengan anak lain yang juga sedang bermain disitu.
Terutama untuk anak yang kecil (kurang dari 5 tahun) main di playground sgt disarankan.

5. Relevankah sebuah lembaga bidang keluarga memberikan layanan fun-edu kepada anak golden age yang berasal dari tipe keluarga underserved? Dan bagaimana layanan yang tepat bagi anak tsb?
Iya, dengan kondisi seperti itu, berarti ada modifikasi. Yang paling utama adalah mengedukasi orang tua (yang paling utama adalah enjoy dengan anak (memberi kasih sayang dengan menikmati permainan, memberikan pelukan, tertawa, dst), memodifikasi alat bermain (apapun bisa dijadikan alat bermain, barang tidak terpakai sekalipun, dan beritahu aspek-aspek apa saja yang bisa diasah dari anak dari alat permainan itu). Bahkan membuat alat bermain bersama orang tua dan anak juga memberikan banyak manfaat, terutama pada hubungan orang tua dan anak, bukan?
Aku pernah membantu beberapa panti asuhan. Waktu itu yang dilakukan adalah mengedukasi pengasuhnya dl tentang pentingnya bermain, lalu selanjutnya membantu one on one saat mereka bermain dengan anak, serta memberitahu permainan yang bisa dimainkan dengan anak beserta fungsinya. Memang effortnya harus lebih besar dan berkali-kali pengajaran, tapi bukan tidak mungkin. Apalagi saat pengasuh melihat ada perubahan di anak-anak yang mereka asuh.

Penutupnya : Bermain adalah bahasanya anak. Bermain adalah jendela anak untuk melihat dunia luar dan dunia di dalam dirinya. Bermain adalah alat untuk anak mencapai segala aspek kemampuan yang ia butuhkan di masa depan kelak.

Jadi, mengapa tidak mengajak anak bermain sejak dini? Orang tua pun akan mendapatkan berbagai manfaat positif dengan bermain bersama anak 😊

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s