28 Februari 2015

Saya ketemu teman saya yang sedang hamil. Sedang mual-mualnya. Sedang menyiksa-nyiksannya (kalau saya mah melihatnya). Tapi ia gak melihat dan merasakan itu sebagai sesuatu yang menyiksanya. Ia justru senang banget dan gak kelihatan penyesalan atau penderitaan saat ia menceritakan berbagai hal-hal yang berubah (atau akan berubah) dari dirinya. Sayanya justru bertanya-tanya dan gak bisa membayangkan bagaimana ya rasanya 9 bulan berada dalam kondisi seperti itu?
Tapi setelah pertemuan dengan teman saya, saya mencapai satu kesimpulan. Tuhan mendesain kita sedemikian rupa, sehingga hal-hal yang kita kira tidak mampu kita lakukan, kalau memang sudah kodratnya ya pasti bisa-bisa saja.
Seperti membawa anak di dalam kandungan saat hamil. Terlihat (mungkin), bagaimana seseorang bisa membawa sakit dan lelah dalam waktu yang panjang, tapi Tuhan pun juga sudah memberikan rasa kasih dan cinta yang membuat seseorang bisa bertahan dan malah menyukai saat-saat itu,
Jadi dari situ belajar bahwa kita terkadang (atau sering kali) merasa gak bisa melakukan apa yang akan kita lakukan. Sebelum dilakukan rasanya ingin menyerah duluan. Padahal saat dijalani, ternyata gak seberat yang kita pikirkan. Saat kita sudah melaluinya, baru deh kita amaze dengan diri sendiri ‘eh ternyata gw bisa loh’.
Jadi memang mesti keep going kalau kita sudah yakin mah.
#365HariBersyukur
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s