25 Februari 2015

Saat sudah menulis beberapa buku, mungkin hal yang lumrah untuk timbul perasaan (dan ketakutan) : Bisa gak ya buku selanjutnya sebagus buku sebelumnya (atau paling ga sama deh)?
Kalau di saya, hal tersebut membuat saya jadi lama merenung, bolak-balik baca berbagai buku, dan akhirnya jadi gak nulis satu paragraf pun. Padahal nulis hal-hal lain di luar buku yang direncanakan akan terbit, bisa lancar banget.
Dari situ saya belajar, bahwa ekspektasi yang terlalu tinggi justru membuat target sama sekali tidak tercapai.
Saya belajar untuk lebih relaks dan gak terlalu banyak berekspektasi.
Saya juga jadi belajar bahwa salah satu cara untuk mengatasi writer’s block (paling gak di saya) adalah dengan keep going.
Seperti saat saya menulis buku yang paling baru. Beberapa hari gak ada ide yang muncul. Saya coba untuk nulis di kertas juga gak dapat idenya. Akhirnya saya coba duduk di depan komputer. Tulis apa yang ada di pikiran saya. Walaupun masih sedikit sekali yang ada di pikiran saya. Walaupun belum ada logikanya, belum tahu tengah dan endingnya seperti apa. Namun ya saya nulis saja. Ajaib deh, tiba-tiba muncul aja ide-ide dan cerita yang menyambung logika seiring dengan tangan saya mengetik.
Menulis #365HarBersyukur ini juga (baru saja sadari) ternyata melatih saya membuat struktur kalimat dengan lebih baik. Yeiyyy 🙂
#365HariBersyukur
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s