19 Februari 2015

IMG_4490

Ada satu (atau lebih) masa dimana ada satu (atau lebih) orang bisa menyakiti kita.

 

Lalu apa balas dendam yang paling ultimate?

Dulu saya kira dengan mendiamkan saja. Ia akan makan hati dan mendongkol melihat kita cuek bebek lenggang kangkung dan seakan gak peduli dengan perilakunya.

 

Namun mungkin bukan itu.

Dengan mendiamkan saja. Kita sebenarnya (mungkin) masih ada rasa mendongkol dan sebal, namun gak kita ungkapkan saja. Kita sebal secara pasif. Jadinya sebenarnya gak bagus juga di kita, karena kita diselimuti oleh aura  negatif itu.

 

Lalu teringat dengan kisah Rasulullah yang memaafkan bahkan merawat orang tuna netra yang setiap harinya memaki ia dengan kata-kata yang kasar. Setelah akhirnya orang ini tahu kalau Rasullah yang ia maki adalah orang yang setiap harinya merawatnya. Ia pun menyesal-semenyesalnya. Bahkan masuk Islam pada akhirnya.

 

Jadi ya, pada akhirnya balas dendam yang paling tinggi adalah memafkan. Win win solution dari segala konflik yang ada jika salah satu pihak bisa untuk memaafkan.

 

#365HariBersyukur

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s