31 Januari 2015

image9-3

 

31 Januari 2015,
Hari ini saat perjalanan pulang, saya harus menyebrang. Pertama kalinya, saya menyebrang di tempat tersebut. Baru sadar kalau gak ada jembatan penyeberangan. Terpaksalah saya menunggu sampai mobilnya semakin sedikit dan kondisi aman untuk menyebrang. Tapi ditunggu sekian lama pun gak berhenti-henti. Justru makin ramai. Pertanda gak akan mungkin bisa pulang kalau begini terus.

Setelah celingak-celinguk, ternyata agak ke depan ada persimpangan. Jadilah saya menyebrang ke jalanan pembatas trotoar dulu. Baru menyebrang. Dan ternyata sangat mudah dan cepat dengan cara itu. 
Nah, saya pikir hidup itu kadang begitu. Kita terkadang berpikir hal-hal besar. Tanpa melakukan hal kongkrit untuk mewujudkannya. Atau kita sudah berpikir cara untuk mencapai tujuan besar tersebut. Namun karena caranya pun di luar batas kemampuan kita, ya tujuan itu gak akan pernah tercapai. Mau kita tungguin atau usahain dengan cara apapun. 

Sebenarnya yang harus kita lakukan adalah mengubah tujuan-tujuan kita menjadi lebih kecil. Agar lebih kongkrit dan lebih mungkin dilakukan. Agar setelah dilakukan satu hal, melakukan hal selanjutnya akan lebih semangat. Dan akan lebih sayang kalau tidak dilakukan, karena sudah terlanjur melakukan hal sebelumnya (dan berhasil). Seperti saya yang akhirnya memilih berjalan di simpangan, dan tidak keukeuh menunggu di jalan besar untuk menyeberang. Bersyukur mendapatkan pengalaman itu 🙂 

#365HariBersyukur

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s