27 Januari 2015

image5-3

27 Januari 2015,
Hari ini makan cemilan pedas. Terus baru sadar kalau setelah kepedesan, langsung minum air dingin. Mungkin..rasanya akan segar sesaat. Tapi rasa pedasnya akan lebih lama di lidah dan jadi lebih berasa. Namun kalau pedasnya tidak diapa-apain. Dirasakan saja (atau dinikmati? *masokis dong*). Pedasnya lebih cepat reda.

Dari situ saya merenung. Terkadang, kalau ada rasa sakit, pedih, atau emosi negatif lainnya. Kita (atau orang di sekitar kita) buru-buru ingin menghilangkannya. Bahkan kalau perlu dianggap tidak ada. Namun dengan begitu, emosi negatifnya justru tidak serta merta hilang. Justru bertambah, dan mungkin menetap dalam waktu yang lama. Karena kita tidak sempat berduka. Tidak sempat merasakan dan meresapi perasaan negatif itu.

Jadi ingat, skripsi saya tentang kedukaan anak-anak saat gempa Jogja. Kedukaan yang tidak diperbolehkan dalam masyarakat Jawa justru membuat proses kedukaan itu menjadi lebih sulit untuk anak-anak.

Ah, bersyukur diingatkan akan hal tersebut hari ini.

#365HariBersyukur

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s