22 Januari 2015

image10-2

22 Januari 2015,

Banyak cara untuk mengubah pola pikir kamu. Salah satunya lewat buku. Tidak percaya? Coba kamu sisihkan waktu barang 2 jam saja di toko buku. Baca buku apapun yang ada di sana (tanpa melirik ke gadget kamu ya). Kamu akan mendapati pemikiran baru. Sekecil apapun itu.

Hari ini sepulang kerja, saya mampir ke toko buku untuk riset kecil-kecilan (lama-lama ketagihan ‘riset’ hehe). Walaupun awalnya sangat gemes dengan suguhan proporsi bukunya. Saat ke lantai ‘buku anak’, setengah ruangannya dipadati dengan soal UN, sukses UN, dan soal-soal akademik lainnya (kata teman saya sih memang yang jenis-jenis seperti ini yang paling laris). Lalu seperempatnya adalah buku asing terjemahan (macamnya Frozen, Smurf, dst, dialih bahasa). Dan sisanya baru buku asli wong pribumi. Saya niatnya memang mencoba membaca benar-benar setiap buku anak yang ada di sana. Hasilnya menakjubkan! Banyak buku-buku yang kualitas ceritanya bagus. Tidak bersifat menggurui tapi mengena di hati. Misalnya (sejujurnya saja nih), saya suka malas baca buku Islam karena seperti membaca ‘ceramah’ tertulis. Tapi ternyata banyak buku sekarang yang dapat mengajarkan berbagai nilai ke anak tanpa mengurui. Saya saja sampai manggut-manggut karena banyak sekali hal yang belum saya ketahui. Oh ya (untuk yang Islam), salah satu buku anak yang saya rekomendasikan adalah ‘Halal-Haram’ (dan komik islam apa itu ya lupa namanya). Saya saja sampai untuk pertama kalinya ngerti urgensi dari halal-haram atau kenapa sapi saat disembelih harus langsung (bahkan ada penelitiannya) (pulang dari situ beneran ngecek label halal dari snack yang akan saya beli. Padahal sebelumnya mah gak peduli). Keren pokoknya! Saya yang sering banget ngomong tentang ajaibnya buku, sepertinya hari ini diingatkan kembali secara nyata tentang ajaibnya membaca buku. Saya saja bisa sebegitu terpengaruhnya, apalagi anak kecil ya?

Bersyukur hari ini mendapatkan pengalaman merasakan ajaibnya buku (lagi, seperti masa kecil dulu) :). Bersyukur juga hari ini makan chupachups karena udah lama gak makan permen yang satu ini (lumayan untuk ngurangin ngunyah yang lain) *gak penting emang*

#365HariBersyukur

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s