Nasi padang

Siang itu, saya dan sahabat saya sedang kebingungan memilih tempat makan siang. Jam makan siang sudah lewat, tapi macet Jakarta (seperti biasa) tidak bisa berkompromi. Kami mencari dan mencari tempat makan di jalan yang kami lewati. Namun hasilnya nihil. Sampai akhirnya ada plang ‘SEDERHANA’ besar-besar, dan kami pun langsung membelokkan kendaraan ke arahnya.

Kejadian sederhana tersebut membuat saya tersadar, bahwa sering kali (setiap kali sih sebenarnya), saat sedang memilih tempat makan, jarang sekali restoran Padang terlintas di kepala untuk menjadi salah satu opsi. Pun, restoran Indonesia atau makanan rumah lainnya. Tapi.. kalau sudah berada di dalamnya, makan bisa sangat lahap. Bahkan lebih lahap dan porsinya lebih banyak dibandingkan makan di restoran favorit (atau mungkin karena membuat kebanyakan makan, justru makanya alam bawah sadar ingin saya menghindari tempat itu hihi).

Terkadang, seperti nasi padang itu, ada orang -orang di sekitar kita, yang tidak pernah terlintas di pikiran untuk menjadi pilihan. Tidak masuk sama sekali dalam kriteria-kriteria yang sudah ditetapkan di dalam kepala. Namun saat ia masuk ke kehidupan kita, tetiba seperti nasi padang, kita dengan rakusnya ‘melahap’nya.

Ya begitulah, pasti kamu mengerti maksudku kan?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s