Cilukba!

cover depan

Spesifikasi :
Soft cover
halaman isi : (12 halaman art cartoon 260 gr, 4 halaman flap / buka tutup)
IDR 55.000
Buku ‘Cilukba’ + wayang tokohnya : 75.000
wayangnya saja : @5.000
CEJYxSWVIAAJTMN.jpg-large

CEJZTP5VAAEuwId.jpg-large

**

Kapan waktu yang paling tepat untuk membacakan buku bagi anak?

Sedini mungkin! Jika memungkinkan, sejak awal trimester ke-3 kehamilan pun, janin sudah bisa dibacakan buku cerita. Mengingat indra pendengaran mereka sudah mulai berkembang.

Sayangnya, walaupun orang tua sudah mulai tahu manfaat membaca dan bersemangat membacakan untuk putra-putrinya, buku bacaan untuk bayi masih sedikit sekali 😦 Kalaupun ada, lebih banyak didominasi oleh buku-buku import dengan harga yang cukup fantastis.

Itulah yang membuat Rabbit Hole bersemangat sekali membuat buku berjudul ‘Cilukba’ ini.

cover depan

Buku ini untuk usia berapa? 

Buku ini ditujukan bagi anak berusia 1-3 tahun.

Mengapa judulnya ‘Cilukba’?

Bayi mana yang tidak suka ‘cilukba?’ Rasanya semua bayi akan tertawa dan bersemangat jika orang tua menutup muka dengan tangan dan membukanya kembali, seraya berkata ‘Cilukba’. Orang tua pun rasanya juga senang melakukan kegiatan ini bersama anak. Apalagi jika mendengar tawa si kecil saat memainkan permainan sederhana. Itulah mengapa cilukba dipilih untuk diangkat dalam buku ini.

Selain itu, kami juga selalu terkagum-kagum dengan keajaiban dari cilukba. Bagaimana permainan sesederhana ini memiliki banyak manfaat bagi anak. Misalnya saja anak dapat belajar mengenai object permanence (benda yang hilang, bukan berarti akan hilang selamanya. Ia dapat muncul kembali). Sehingga anak pun lebih mengerti tentang konsep perpisahan, dan siap saat ibunya ke kantor. Karena ibu tidak pergi selamanya kok, ia akan kembali setelah selesai bekerja di kantor 🙂

Kenapa buku ini sesuai untuk bayi?

Buku ini benar-benar kami sesuaikan agar pas dengan anak usia bayi, dari segi :

– Jumlah huruf di tiap halaman sedikit dan kalimatnya pun sederhana. Hal ini sesuai agar bayi tidak kewahalan dengan terlalu banyak huruf-huruf di tiap halaman.

– Gambar dibuat sesederhana mungkin dengan latar belakang warna yang lembut (tanpa detail). Hal tersebut juga agar bayi tidak terlalu kebanyakan menangkap terlalu banyak stimulus. Hal ini juga melatih mereka fokus pada gambaran besar terlebih dahulu. Sebelum nantinya, saat mereka sudah lebih siap, mereka dapat membaca buku yang memiliki detail-detail.

– Tokoh di dalam buku ini sedikit tapi benar-benar yang memiliki hubungan paling dekat dengan anak. Mengingat bayi memang masih sangat tertarik dengan orang-orang yang dekat dirinya, yaitu ayah dan ibunya.

buku-milik

– Konsep cinta yang paling sederhana diperkenalkan melalui lewat buku ini. Lewat tawa, pelukan, dan ciuman yang diberikan oleh ayah dan ibu kepada tokoh ‘aku’ dalam buku ini.

11 (rev)

– Anak juga bisa belajar konsep-konsep sederhana, seperti kata ‘atas-bawah’ dan ‘buka-tutup’. Tidak usah terburu-buru ingin memperkenalkan konsep ini. Bacakan saja dengan riang gembira. Nanti lambat laun, ia akan belajar dengan sendirinya. Jangan sampai keinginan memperkenalkan konsep lawan kata ini membuat pengalaman membaca menjadi kurang menyenangkan ya 🙂 Anggap sebagai bonus saja jika memang anak akhirnya memahami konsep lawan kata lewat buku ini.

5

– Anak juga bisa belajar konsep jenis kelamin (perempuan dan laki-laki). Hal ini melalui  Pas sekali membantu anak memahami konsep identitas gender, yang seharusnya sudah mulai muncul di umur 3 tahun. Tapi lagi-lagi serupa dengan point di atas, jadikan ini sebagai bonus ya 🙂

1212-

Bagaimana memaksimalkan pengalaman membaca di dalam buku ini? 

– Saat membacakan setiap kata, ingat untuk menunjukkan kata yang sedang dibacakan dengan tangan. Hal ini untuk membuat anak lebih terbiasa melihat huruf. Read aloud dengan cara ini, menurut penelitian-penelitian yang ada, dapat membuat anak lebih familiar dengan huruf. Dan untuk selanjutnya, mereka pun lebih lancar dalam membaca pada masa yang akan datang.

– Saat awal membacakan, mulai dari membacakan judul, nama pengarang, dan ilustrator. Hal tersebut untuk membuat anak belajar mengenai konsep ‘asal mula’. Bahwa setiap benda pasti ada pembuatnya, tidak ujug-ujug ada. Sehingga ia pun dapat menghargai hasil karya orang lain (maupun dirinya sendiri), di masa yang akan datang. Ia pun dapat belajar struktur, bahwa ada awal, isi, dan akhir. Baik dalam buku, maupun dalam segala hal.

– Saat tokoh di dalam buku ini mencium, memeluk, atau mengatakan ‘kami menyayangimu‘, maka orang tua dapat melakukan hal yang serupa pada anak. Misalnya sampai berkata, ‘Ayah juga menyayangi kakak’, sambil memeluknya. Pelukan dan ciuman serta kata-kata sayang, akan membuat anak merasa senang dan nyaman. Ia pun akan mengingat saat membaca buku adalah saat yang menyenangkan untuknya. Selain itu, bayi yang masih dalam masa sensori-motor stage, menangkap stimulus di lingkungannya menggunakan gerakan dan sentuhan. Oleh karena itu, sentuhan secara langsung, baik untuk mereka.

– Saat membacakan dan memperkenalkan berbagai konsep, seperti ‘di atas‘, orang tua dapat memeragakan, sehingga anak lebih dapat membayangkan hal yang diceritakan oleh orang tua.

– Saat ada halaman buka-tutup, yang berisi anak perempuan dan laki-laki, orang tua juga dapat memperkenalkan konsep jenis kelamin. Misalnya : ‘ini seperti kakak ya (lalu buka halaman flap-nya) kalau yang ini laki-laki seperti adik‘.

– Setelah membaca buku ini, orang tua juga dapat mengajak anak untuk juga bermain cilukba. Sehingga ia pun dapat mendapatkan pengalaman menyenangkan secara langsung, seperti yang ia lihat di dalam buku.

– Mendampingi anak saat membaca buku! Ini yang paling penting. Sebaiknya saat membacakan buku, orang tua tetap di sebelah anak. Hal tersebut agar anak mengingat saat membaca buku sebagai saat yang menyenangkan, yaitu saat ia menghabiskan waktu berkualitas dengan orang tuanya. Selain itu, agar orang tua pun dapat mengawasi anak. Untuk tidak memasukkan lembaran buku ke dalam mulutnya, misalnya.

cover belakang

Akhir kata,

Selamat membaca buku ‘Cilukba’. Semoga mendapatkan pengalaman yang menyenangkan lewat buku ini 🙂

Iklan

One thought on “Cilukba!

  1. Reblogged this on dipewein and commented:
    CI LUK BA. Sempat mendapat bekal dari Mba Ayu Utami tentang penulisan fiksi dengan menggunakan analogi CI LUK BA untuk membangun sebuah cerita. Ada “kulit”, ada “daging” cerita. Dinamika cerita juga bisa tergambarkan dengan menggunakan tahap CI-LUK-BA, ada awal, konflik, hingga penyelesaian cerita.

    Ternyata, CI LUK BA bisa diaplikasikan dalam banyak hal. Tak lagi sebatas permainan yang menyenangkan bagi anak-anak. Tim Rabbit Hole menjadikannya sebagai judul buku. Lalu, ada keajaiban lainnya dari CI LUK BA ini.

    “Bagaimana permainan sesederhana ini memiliki banyak manfaat bagi anak. Misalnya, anak dapat belajar mengenai object permanence (benda yang hilang, bukan berarti akan hilang selamanya. Ia dapat muncul kembali). Anak lebih mengerti tentang konsep perpisahan dan siap ketika sang ibu ke kantor. Ibu tidak pergi selamanya, kok. Ia akan kembali setelah selesai bekerja di kantor.” Betapa ajaibnya CI LUK BA 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s