Fight / flight

Pernah ada yang bilang ke saya, bahwa dalam menulis, hasil akhirnya harus memenangkan yang baik.

Sejenak saya berpikir. Apakah melulu begitu? Apakah hidup harus selalu tentang pertarungan antara yang baik dan buruk? Apakah tidak bisa jika, yang baik membimbing yang buruk menjadi sama-sama baik. Sehingga, tidak mesti ada duel, pertarungan, peperangan, atau apalah itu.

Saya pernah belajar tentang otak. Bahwa otak kita, manusia, dibagi menjadi 3 bagian. Dalam tingkatan paling rendah, adalah namanya otak reptil. Otak yang hanya akan bereaksi flight / fight kepada suatu ancaman. Semisal saat ada hal yang membahayakan, kita hanya tahu untuk melawan atau kabur dari situasi tersebut. Kita tidak berpikir untuk menganalisis lebih jauh, bernegosiasi, dst, yang mana itu adalah tugas otak yang tingkatannya lebih tinggi.

Nah, lalu saya membayangkan jika hidup adalah hanya tentang yang baik menang dan yang buruk kalah, maka.. apakah kita hanya akan hidup dalam otak reptil kita dan tidak naik kelas? Apa kita harus hidup dalam kondisi siap siaga melawan apa-apa yang buruk di mata kita?

Karena sesungguhnya, menurut saya, tidak ada yang namanya baik dan buruk, menang dan kalah, di dalam pertarungan. Semuanya pada akhirnya kalah, menurut saya. Menurut kamu, kamu baik. Tapi menurut lawan kamu, kamulah pihak yang buruk. Persepsi. Beda persepsi yang tidak akan surut. Jika begitu terus, maka tidak akan usai. Dan saat yang ‘baik’ menang, apakah kepuasan lalu yang didapat?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s