Over sharing

Perlu gitu orang tahu kita kemana? Perlu gitu orang tahu kita sama siapa? Perlu gitu orang tahu apa yang kita rasakan?

Terkadang (atau sering kali?) kita melakukan over sharing di era seperti ini. Alatnya ada dan mudah sekali diakses, jadi kenapa tidak?

Tapi sekali lagi, perlu tidak ya?

Saya beberapa kali terjebak dengan hal-hal seperti. Gatel banget pengen kasih tau semua orang curhatan lewat lagu yang saya dengar, kasih tahu nonton apa sama siapa, atau omelan-omelan yang ada di kepala saya saat saya mengalami hari yang buruk.

Lalu setelah itu apa? Apa yang saya dapat setelah mendapatkan ‘love’ ‘like’ atau simbol-simbol lainnya. Atau pertanyaan seperti ‘kenapa?’. Kok kayaknya kosong ya? Kok kayaknya gak ada esensinya selain buang-buang waktu ya?

Lalu saya berjanji untuk benar-benar memikirkan apa yang saya posting di social media. Jika tidak berguna, untuk setidaknya dua orang, maka tidak akan saya posting (walaupun akhirnya jadi lebih banyak jualan sih yang saya posting 😝😝). Dan itu benar-benar membutuhkan perjuangan sih. Untuk iya tidak iya tidak. Tulis dan delete lagi apa yang ingin dipost. Tapi harus dilatih untuk tidak jadi makhluk yang over sharing. Mudah-mudahan bisa!!

Gimana menurut kamu?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s