#TGIF 8

Wih, tidak terasa sudah 8 minggu menulis #TGIF . Konsisten juga ya saya (penting ya diawali dengan muji diri sendiri dulu. hihi).

Oke serius. Kali ini saya ingin berbicara tentang keberanian dan melepas.

Apa sih yang membuat melepas itu menjadi hal yang sangat berat? Mungkin bukan karena kamu teramat sayang pada apa yang kamu lepas. Namun lebih pada ketakutan kamu yang begitu besar akan ketidakpastian yang menyambut di depan. Ketidakpastian bahwa kamu akan mendapat hal yang lebih baik dari apa yang kamu lepas saat ini. Tapi kalau kata hati berkali-kali memohon pada kita untuk melepas, siapa yang akhirnya menang? Hati atau logika?

Pertanyaan-pertanyaan itu yang saat ini sedang berkutat dan berputar-putar di kepala saya.

Kemudian saya teringat pada apa yang pernah dilakukan salah seorang sahabat saya beberapa tahun yang lalu. Ini adalah saat ia berpacaran cukup lama dengan pacarnya. Lupa saya berapa tahun. Namun tahun demi tahun, bukannya ia bertambah yakin, tapi justru semakin bimbang. Apalagi melihat kekonsistenan, kesabaran, dan kebaikan hati pacarnya ini, ia semakin merasa bersalah jika ingin begitu saja memutuskan jalinan asmara mereka. Ia memikirkan bagaimana remuk redamnya perasaan si pacar? Tapi saya rasa, hal lebih besar yang ia takutkan adalah : apakah ia sendiri akan dapat menemukan pengganti yang lebih tepat dibandingkan si pacar? Apakah sebenarnya si pacar adalah orang yang tepat namun ia saja yang salah mengartikan pertanda? Pada akhirnya, ia memilih untuk memutuskan si pacar. Dan akhirnya, benar, ia bertemu dengan orang lain. Orang yang baru saja menikahinya beberapa waktu yang lalu. Orang yang, karena saya mengikti perjalanan cintanya jadi saya dapat melihat, benar-benar tepat untuknya. Orang yang membuat ia mau berjuang sama seperti orang tersebut berjuang untuknya.

Akhir yang bahagia, memang. Namun saat ia memilih untuk memutuskan pacarnya (yang sekarang jadi mantan pacar. Ya iyalah duh pakai dijelasin :p ) butuh keberanian yang teramat besar. Dan lewat itu, sahabat saya mengajarkan untuk berani memilih dan memutuskan sesuatu, meskipun memang berat, jika hati sudah tidak dapat berkompromi. Berani untuk menanggung resiko. Berani untuk melepas. Untuk mendapat hal yang lebih baik. Meski tidak tahu dalam bentuk apa atau kapan. Meski hanya sekedar dalam bentuk perasaan yang lega, pada akhirnya. Atau mungkin justru kejutan-kejutan menyenangkan lainnya.

Terimakasih sudah mengajarkan aku tentang makna melepas dengan lebih dalam 🙂

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s