Packaging

Saya sedang punya guilty feeling nih. Terkait dengan pengepakan. Bagaimana ya seharusnya membungkus barang dengan sederhana tanpa mengeluarkan banyak sampah?

Waktu awal-awal mengirim buku via JNE, saya memakai satu plastik untuk menutupi buku yang dikirimkan. Praktis. Walaupun tersimpan rasa bersalah sih karena berarti ikut berkontribusi pada penambahan konsumsi plastik. Tapi dipikir-pikir, ya kan plastiknya bisa dibuat untuk membungkus apa lagi gitu. Sambil berharap semoga konsumen di luar sana beneran menyimpan dan memakai plastik itu untuk hal lain, dan gak langsung dibuang.

Kemudian sampai di tengah jalan, Guntur usul kalau sebaiknya pakai paper bag sendiri. Lalu saya pikir, iya lucu ya. Jelas tas-nya bisa dipakai lagi, dan bahannya daur ulang pula. So yeiyyy, lovely idea!

B3WDXEECcAE7tA3

Nah, tapi pada pelaksanaannya tidak semulus itu. Walaupun dilapisi oleh plastik dari JNE, berhubung musim hujan ya ehm, jadinya air masuk dan ada beberapa buku yang rusak karena terkena air hujan 😦 Akhirnya sekarang terpaksalah memakai plastik untuk melapisi buku, kemudian baru ditaruh di paper bag (kemudian dilapisi lagi oleh plastik dari JNE). Huahh.. double triple plastik gitu. Huhu.

Sekarang lagi berpikir keras untuk memikirkan pengemasan yang ramah lingkungan. Bagaimana ya?

(dan sekaligus sambil berharap para konsumen memakai kembali plastik dan paper bag dari Rabbit Hole, dan tidak langsung membuangnya. Aamiin yang kencang).

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s