Memberi

Menjadi seorang pemberi mungkin memang melelahkan. Karena kita bukan hanya memberi, tapi harus jeli memberi apa yang tepat sesuai dengan kebutuhan yang diberi. Jadi, ketika respon yang diberi tidak sesuai dengan yang kita harapkan, jangan keki sih. Tapi lebih introspeksi diri : apakah yang kita berikan sudah tepat? Karena kebahagian setiap orang tidak pernah sama. Apa yang membuat kita bahagia, belum tentu bisa membuat diri orang lain bahagia. Begitu juga sebaliknya. Jadi prinsip dasar dalam memberi ya.. tempatkan diri kita di sepatu orang lain. Memang menyebalkan sih kelihatannya, kita yang memberi tapi kita juga yang repot. Tapi memang yah, dalam hidup tidak pernah ada yang mudah. Dan jika kita memberi setengah-setengah, maka tidak ada yang untung. Kita setengah senang setengah keki. Yang diberi juga begitu. Akhirnya manfaatnya juga setengah-setengah.

Selamat memberi!

Selamat menjadi pemberi (yang cerdas) 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s