Ilusi

Saya baru saja menonton mini drama AADC yang ini (iya..semua orang rasanya ngomongin hal ini ya).

Kedua (ini telat sih), saya baru nonton ‘Tetangga Masa Gitu?‘ dan terus ketagihan menontonnya. Koplak banget deh dua keluarga ini. Tapi dibalik hal-hal lucu yang membuat saya terbahak-bahak. Satu hal yang saya sangat perhatikan adalah tentang  Angel yang mau menjadi istrinya Adi. Ditinjau dari segi manapun, kayaknya Angel bisa dengan mudah mendapat yang lebih dari si Adi. Tapi.. dia memilih dan walaupun jutek-jutek gimana pada akhirnya terlihat sayang banget dengan si Adi, walaupun yang udah dilakukan si Adi ini enggak bangetnya sudah level sejuta sih. Tapi mungkin begitulah ya kalau sudah cinta *cailah*

Terakhir, saya baru saja membaca (untuk pertama kalinya! Kirain sebagai fans-nya, saya sudah baca semua dongengnya) dongeng Hans Christian Andersen yang berjudul ‘Balada Bola dan Gasing’. Singkat cerita adalah tentang tentang Gasing yang ingin menikah dengan Bola. Tapi bolanya jual mahal, dan bilang ada burung layang-layang yang ngelamar dia juga, dan sepertinya ia ingin menikah dengan burung itu. Kemudian, gasing ini makin terupgrade, diganti kain dan benannya. Bahkan di akhir cerita, kain gasingnya diganti menjadi emas. Nah, suatu hari bola menggelinding dan menghilang. Gasing pikir bola tersebut sudah menikah dengan burung layang-layang. Akhirnya selama 5 tahun, gasing makin sukses, tapi selalu kepikiran dengan si bola. Sampai akhirnya suatu hari, gasing menggelinding ke tong sampah. Disana selain sampah makanan, ia melihat sebuah benda bulat yang sudah kusam. Benda itu, yang ternyata si bola, bercerita tentang ia yang selama 5 tahun ini berada di tong sampah dan dilupakan. Tak berapa lama setelah bola cerita, pelayan rumah mengambil si gasing yang berkain emas itu, yang sudah dicari-cari seantero sudut rumah. Sementara si Bola tetap dilupakan dan tidak diambil kembali. Dan akhirnya si Gasing tidak pernah memikirkan Bola lagi.

Dari tiga cerita itu, saya berpikir dan menyimpulkan bahwa :

1) Kalau udah sayang (dan mungkin memang sudah jodohnya), mau kesalahan sefatal apapun, mau orang lain gak habis pikir dengan tindakan kita, mau nunggu berapa lama pun, kita pada akhirnya akan menerima dan memaafkan. Bayangkan saja betapa parahnya Rangga ini, katanya mau kembali satu purnama, tapi gak dateng-dateng sampai 12 tahun. Tapi ya.. kalau udah cinta, pada akhirnya dimaafkan juga kesalahan fatal itu.

2) Terkadang kita hidup dalam ilusi. Mendamba seseorang berdasarkan apa yang ada dalam pikiran kita. Kita rela tunggu bertahun-tahun. Tapi sampai akhirnya dihadapkan pada realita, bahwa yang kita sukai sudah berubah, tidak sesuai dengan kriteria lagi. Kita bisa dengan cepatnya melupakannya. Seperti cinta si gasing pada bola.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s