#TGIF 4

Setelah launching buku, Bu Mayke (dosen yang saya idolakan) bilang kalau yang saya lakukan tidak boleh untuk hanya berbisnis semata, harus bermanfaat bagi orang banyak.

Kata-kata itu mengingatkan saya kembali pada hal yang lebih berharga daripada uang, yaitu kebahagian. Kebahagian yang dipetik dari memberi manfaat untuk orang lain.

**

Tahun ini beberapa kali saya mencoba ikut lomba bisnis. Dari situ saya tahu, saya tidak akan pernah memenangkannya. Karena yang diukur adalah dari profit dan bagaimana memaksimalkan profit itu. Tentu saja, apa yang saya aplikasikan selama ini di Rabbit Hole, jelas-jelas salah dari kacamata bisnis. Misalnya saja, profit belum seberapa, saya sudah membuat program OPRAH (social project of Rabbit Hole). Ya kalau profit sudah mengalir deras, barulah buat semacam CSR, tapi bukan pada tahap start-up seperti sekarang. Begitu kira-kira tanggapan dari para mentor saat saya mengutarakan tentang OPRAH. Dan mereka tidak mau mendengar kelanjutan dari program ini šŸ˜¦

Padahal (selain keuntungan hati senang karena membantu orang lain), ada keuntungan pribadi juga kok yang saya dapatkan. Dan keuntungan untuk Rabbit Hole-nya juga. Detailnya begini. Karena OPRAH, saya jadi bisa kenal Gandes. Karena Gandes, Rabbit Hole jadi membantu proyek ‘Cerita Untuk Indawa’. Setelah itu, jadi kenal komunitas ‘Buku Untuk Papua’. Setelah itu, jadi kenal dengan Wili yang juga merupakan produsernya IMS-NET. Kemudian Rabbit Hole bisa masuk NET. Setelah itu, wartawannya NET merekomendasikan Rabbit Hole masuk ke programnya Sindo TV. Setelah itu jadi lebih banyak orang yang kenal Rabbit Hole, dan bahkan ada yang langsung beli buku ‘Asal Mula Namaku’ setelah menontonnya. Menaikkan profit dan ketenaran juga kan pada akhirnya. *tapi panjang perjalannya. Hehe.*

Apa yang mau aku coba sampaikan dari cerita di atas adalah.. Iya, Rabbit Hole itu bukanlah pure bisnis, yang orientasinya adalah profit dan profit. Karena kalau orientasinya adalah uang (menurutku) gak akan ada habisnya dan puasnya. Rabbit Hole pada dasarnya adalah tempat mainku. Tempat aku menyalurkan renjanaku. Tempat aku bisa membuat sesuatu yang (Insya Allah) bermanfaat bagi orang banyak. Jadi kadang di luar nalar, mungkin, jika misalnya sering kali aku mengambil project yang sepertinya tidak memberikan profit maksimal untuk Rabbit Hole. Atau malah aku ikutan bantuin project itu untuk ngumpulin dana. Tapi yah.. mungkin karena terjun di bidang psikologi, yang dijejali di kepala bahwa harus bantuin dan memberi manfaat bagi orang banyak. Pernah juga bahkan praktek di puskesmas yang satu pasiennya cuman bayar 2 rebo (dan masuknya ke kas puskesmasnya lagi). Jadi yang kayak gitu-gitu yang mungkin membuat hasrat akan uang jadi habis. Lagian menurutku, kalau kita udah merasa kaya di hati maka kekayaan dalam bentuk nominal sudah gak mampu menggoyahkan diri kita lagi *syedap*. Dan terima kasih Bu Mayke sudah mengingatkan aku lagi tentang hal ini šŸ˜€

Iklan

2 thoughts on “#TGIF 4

    • Makasih mbak Gandes šŸ˜€
      Hihi dirimu juga jadi ‘jembatan’ buat Rabbit Hole melangkah lebih jauh. Hatur Nuhun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s