#TGIF3

Cerita kali ini tentang beberapa orang sahabat aku, yang menikah secara berturut-turut. Benang merah diantara mereka adalah ‘cinta itu harus diperjuangkan‘.

Ada yang aku tahu bahwa si perempuannya memang suka banget sama si lelaki dari jaman dahulu kala. Tapi si lelakinya gak suka-suka. Jadi ya aku pikir nanti akan ada masa dimana kisah cinta yang belum dimulai ini akan kandas sebelum tubuh (apa sih bahasa gw). Ada satu masa si perempuan ini akan bosan dan mencari cinta yang lain. Tapi yang ada justru kebalikannya. Si perempuan ini mencari tahu kriteria perempuan idaman si lelaki, dan berusaha keras untuk berubah perlahan tapi pasti untuk sesuai dengan kriteria si lelaki. Sudah berapa tahun tuh berlalu, sampai hari itu datang juga. Hari dimana si lelaki yang bertekuk lutut dan melamar si perempuan :’)

Ada juga kisah tentang si lelaki yang suka tidak suka dengan si perempuan. Bilangnya suka tapi sambil bercanda-canda terus gitu. Sampai kami-kami yang disekitarnya tahu sih kalau si lelaki melakukan pendekatan dengan si perempuan, tapi gak tahu kalau akhirnya bisa beneran jadi. Si perempuannya juga kelihatan cuek bebek dan gak sekali dua kali seperti menolak dan ogah gitu kalau dicie-ciein dengan si lelaki. Sebenarnya yang cukup mengharukan itu adalah saat-saat akan gongnya jadi. Karena akhirnya dengan akumulasi candaan-candaan semisal ‘ya udah sih sama gw aja, kan ga lagi sama siapa-siapa kan lo‘. Si perempuan pun akhirnya memberikan kode untuk si lelaki datang ke rumahnya, dan datanglah si lelaki melamar si perempuan. Tapi.. yang ada si lelaki ditolak aja gitu lamarannya. Salah satunya sih karena beda suku (gak usah dijabarkan detail lah ya sukunya :p ). Kemudian sudah lah ya putus kontak ini dua orang. Sampai bertemu lagi dan tiba-tiba si perempuan mengeluarkan kata-kata sakti ‘kamu sih gak perjuangin aku waktu itu‘, yang sampai bikin ini lelaki kepikiran berhari-hari dan akhirnya melamar kembali si perempuan dan akhirnya  diterima. Yeiyy! Tapi sebenarnya walaupun keliatan gak serius, tapi si lelaki ini berhenti merokok dan hidupnya lebih ‘lurus’ setelah dekat dengan si perempuan ini loh :’)

Nah.. jadinya cinta tuh memang mesti diperjuangkan kan? Gak hanya dari satu pihak saja, tapi ya harus dari dua-duanya. Mau kadarnya lebih besar siapa kek. Tapi intinya harus dua-duanya berjuang kan? Gitu sih pemikiran aku setelah dengar cerita mereka.

Kemudian biasalah aku bertemu dengan sesama insecure dan kami membicarakan tentang hidup. Tentang aku yang gak pernah merasa harus susah payah memperjuangakan orang lain untuk bertahan bareng aku (Makanya hubungannya gak pernah bertahan lama. Ngok). Terus berbicaralah kami tentang teorinya Sternberg (hihi beginian aja kudu harus ilmiah ya). Jadi buat yang belum tahu Sternberg ini mengungkapkan teori bernama Triangular Theory of Love yang bilang kalau dalam cinta ada 3 komponen, yaitu intimacy, passion, dan commitment. Nah, kata temanku ini kita gak bisa punya tiga-tiganya. Mungkin ada satu yang kuat banget dan yang lainnya enggak gitu. Nah, bukan berarti salah satu atau beberapa dari tiga-tiganya gak kuat, dia bukan jodoh kita. Bisa saja ada orang yang punya pengalaman hidup sedemikian rupa, bikin dia insecure terus kemudian ada komponen yang memang gak gitu kuat di dia. Misalnya gak akan bisa sebegitu nunjukin passion seperti orang-orang pada umumnya. Tapi ya itu balik lagi, bukan berarti dia bukan jodoh kita. Jadi misalnya *misalnya aja sih ini* bisa aja selama ini aku udah ketemu sama orang yang tepat, lalu karena mikir yang idealnya harus ada ketiga komponen, dan belum ada yang bisa memenuhi jadi mikirnya bukan jodohnya. Terus jadinya gak mau memperjuangkan. Padahal itu jodohnya. Aku gak tahu dan belum sepenuhnya mengiyakan teorinya si temenku ini sih. Tapi cukup bikin mikir, apa iya ya?

Lalu aku nemuin artikel ini yang sepertinya paling pas lah untuk menggambarkan *menggambarkan apa lagi, terus gantung :p *

Tapi intinya mau insecure, secure, atau apapun modelnya orang, tetap sih pada akhirnya harus mau untuk berjuang kalau mau beneran jadi. Tidak bisa dari satu pihak saja yang getol. *kemudian merenung dan menunduk* Gimana menurut kalian?

Hihi. Ciao. Udahan ah, daripada semakin gak jelas.

*agak bergeser dari TGIF sebelum-sebelumnya ya. Hehe. Tapi kan memberikan inspirasi tentang cinta yang harus diperjuangkan (taunya enggak :p ). Yang minggu depan balik lagi deh ke yang biasanya*

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s