#TGIF 2

Kakak kelinci‘.

Begitu ia memanggil saya saat pertama kali kami bertemu. Ceria sekali, seperti tanpa beban. Masih seperti anak-anak. Sama sekali tidak terlihat bahwa ternyata ia sudah menikah. Sudah menjadi seorang ibu. Bahkan ibu dari anak luar biasa bernama Ubii.

Grace Melia, atau biasa saya panggil Gesi, namanya. Ia mengajarkan saya banyak hal.

Namun pelajaran paling penting yang saya dapat dari bergaul dengan seorang Gesi, adalah :

Hal yang kita anggap biasa, namun jika dilakukan secara konsisten, dapat menjelma menjadi hal yang luar biasa.

Gesi pernah bilang bahwa apa yang ia lakukan adalah hal yang biasa. ‘Hanya’ menulis. Namun sebenarnya pertanyaannya adalah, apakah semua orang menulis? Tidak. Dan justru karena tulisannya, yang akhirnya dibukukan, banyak orang yang tidak mengalami kondisi seperti Ubii atau menjadi orang tua dari ABK (anak berkebutuhan khusus), menjadi mengerti bagaimana rasanya ada di posisi orang tua dari ABK. Dan terutama, tulisannya menyadarkan para orang tua dari anak ABK bahwa mereka tidak sendiri. Ada orang-orang yang juga memiliki kondisi yang sama, atau paling tidak serupa, dengan apa yang mereka miliki. Lewat tulisan Gesi, orang tua dari anak ABK juga dapat melihat bahwa usaha yang dikerahkan untuk anak-anak ini harus extra keras. Banyak PR yang harus dikerjakan. Namun selama ada niat yang kuat, disitu ada jalan. Jika Gesi tidak menulis, mana ada yang tahu? Dan jika Gesi tidak menulis dengan konsisten, mana ada lebih banyak orang yang tahu, terinspirasi, dan termotivasi karenanya?

Berkenalan lebih jauh dengan Gesi yuk disini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s