Jodoh

Kalau dia buat kamu senang terus (yang sepertinya kemungkinannya sangat tipis, kecuali dia badut atau stand up comedian), dia bukan buat kamu. (Apalagi) jika dia buat kamu sedih terus, jelas kamu harus tinggalin. Dia bukan untuk kamu. Tapi jika dia buat kamu senang, sedih, dan membuat kamu larut pada berbagai emosi lainnya dengan kadar yang tepat, dia memang untuk kamu. Karena bukankah manusia dianugerahi berbagai ragam emosi? Lalu jika ia memang dapat membuatmu menjadi manusia yang utuh, tidakkah ia pantas disebut sebagai jodohmu?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s