Loyalitas

Belajar loyalitas dari kucing.

Waktu sahur di Novotel, Hashfi tumben-tumbenan deket-deket ke kucing, lalu bilang ‘meong-meong’ seperti mau main sama kucing itu. Biasanya dia gak mau banget dekat-dekat kucing.

Setelah dengar adzan subuh, kami sekeluarga pun beranjak kembali ke kamar. Eh, ada sesosok makhluk yang ternyata mengikuti. Si kucing itu! Waktu Hashfi berhenti, dia ikut berhenti. Hashfi ke kanan, ia ikut ke kanan. Lucu deh pokoknya. Dia gak benar-benar selalu di sebelah Hashfi persis sih. Dia pun gak selalu melihat ke arah Hashfi. Tapi benar-benar ngikutin Hashfi sampai depan pintu kamar. Jadi ingat Hachiko.

Saya tadinya sudah bilang, kalau Hashfi sebaiknya bilang ke kucing itu, kalau Hashfi sudah saatnya untuk masuk kamar, dan nanti siang akan bermain lagi dengan kucing itu. Tapi.. Hashfi mikir ’emang iya dia bisa ngerti?’ dan anggota keluarga saya yang lain pada nyuruh untuk segera masuk ke kamar, jangan sampai kucing itu mengikuti. Jadilah ia pun cepat-cepat masuk, tanpa sempat berpamitan.

Siangnya, baru deh Hashfi pengen banget nyari kucing itu. Bahkan bolak-balik gak sabaran mendatangi saya yang masih dandan. Akhirnya berdua kita cari, turun naik bukit (hehe gak lebay, beneran ada bukit-bukitan disitu), tapi gak ketemu itu kucing 😦

Well.. Tapi dari situ saya baru sadar bahwa kucing memang hewan yang setia banget ya, kalau dia udah suka sama seseorang.
Jangan sampai aja di sahur malam berikutnya, dia datang ke restauran untuk mencari Hashfi, macamnya si Hachiko.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s