Mual

Mual.

Coba kamu acak, dan jadilah ‘malu’. Mungkin karena mual membuat malu.

Tapi kenapa harus malu? Bukankah itu awal mula dari kejadian baik?

Mual penanda kesungguhan kamu dalam mengerjakan suatu hal. Sehingga ketika detik-detik berhadapan dengan hal itu membuat perutmu pun bergolak.

Mual penanda kedatangan pertama kalinya hal yang baik. Pertama kali kamu mengerjakan sesuatu, kamu akan merasa mual saking tidak dapatnya kamu prediksi apa yang ada di depanmu (tapi biasnaya itu merupakan hal yang baik bukan?) Atau mual terjadi saat pertama kali tubuhmu berkompromi dengan kehadiran hal baru semacam janin yang akhirnya menghasilkan berkah terindah untukmu?

Jadi mengapa kamu malu untuk mual?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s