Start-up

What I learn :
Kalau masih membangun bisnis, idealnya yang harus dikuatkan adalah nilai. Apa nilai yang ingin disampaikan pada konsumen atau orang-orang dengan kita membangun bisnis ini. Bukan semata-mata profit. Setelah itu, target yang ingin diraih di awal idealnya adalah : reputasi dan jaringan (networking). Kalau yang diincar profit, ya sah-sah saja. Tapi fondasinya tidak akan benar-benar kuat. Bisnis yang dibuat mungkin bisa sukses tapi tidak akan benar-benar memorable.

Saya saat ini dibuat sadar dan belajar, terutama dari start-up yang belum apa-apa seakan sudah tidak peduli dengan reputasinya. Semena-mena menyalahi kontrak dan pergi seakan-akan tanpa rasa salah padahal sudah menyalahi point demi point perjanjian. Mungkin tidak akan ada tuntutan hukum, secara walaupun di atas materai tapi ongkos pengajuan hukumnya pasti lebih banyak dan lebih melelahkan. Tapi apa gak takut gitu dengan sanksi sosial? Ketika orang lain akan berhati-hati dan tidak mau bekerjasama dengannya karena word of mouth terkadang lebih sadis sanksinya dari pada penjara. Tidak pula takut pada sanksi dari Tuhan? Atau paling tidak, punya nurani tidak ya untuk mempertanyakan tindakan diri sendiri yang berkebalikan 180 derajat dari apa-apa yang pernah dipelajari saat pelajaran PPKN dulu di sekolah?

Saya hanya bisa mengelus dada, semoga tidak menjadi orang seperti itu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s