Politik oh Politik

Suatu hari, seorang anak SD berkata pada saya,

Kenapa sih Jokowi mau jadi presiden?“, katanya dengan kesal.

Saat saya tanya mengapa, ia menjawab “Ya..kan kalau Jokowi jadi presiden, nanti Ahok jadi gubernur“.

Saya tanya lagi, terus kenapa kalau seperti itu. Ia menjawab “Ibu guru yang bilang. Kata Bu Guru, orang Kristen gak boleh jadi pemimpin“.

Saat itu saya teramat sebal mendengarnya.

 

Memang sih menjelang pemilihan presiden ini, sosial media saya dipenuhi dengan si anu mendukung Jokowi dengan menambahkan link-link berita terkait. Sementara itu, si itu mendukung Prabowo dengan link-link yang menguatkan argumennya. Walaupun saya lelah sekali melihatnya. Tapi ya itu hak mereka untuk berpendapat dan mendukung pilihannya, terlepas dari benar atau tidaknya link yang ditautkan dan opini yang disuarakan.

Saya sendiri sebagai warga negara Indonesia, merasa kewajiban saya adalah mencari tahu rekam jejak keempat calon presiden dan wakil presiden. Lalu menetapkan hati akan mencoblos yang mana 9 Juli nanti, sesuai dengan hasil ‘research’ dan hati nurani saya.

Tidak peduli lah dengan orang lain yang saling serang sana-sini.

 

Namun..yang membuat saya geram adalah..

Saat ada orang-orang yang memanfaatkan jabatannya (katakanlah sebagai guru) untuk ‘meracuni’ anak-anak muridnya dengan isu agama. Memang anak-anak muridnya tidak punya hak memilih. Toh masih SD juga. Namun dengan itu, mereka yang masih dalam umur-umur sangat memercayai perkataan gurunya sudah terdoktrin untuk tidak memilih dan tidak menyukai orang-orang yang tidak segolongan (dalam hal ini seagama) dengan dirinya. Akan jadi apa murid-murid saat besar kelak? Bolehlah si guru mempunyai pendapat untuk tidak memilih orang dari agama tertentu, tapi kenapa juga ia harus menyebarkan pandangannya pada anak-anak yang masih polos, dan belum dapat benar-benar menentukan yang benar dan salah.

 

Maaf kalau kata-kata saya menyebalkan, tapi sungguh ‘menjijikkan’ guru yang seperti itu.

Bukankah memanfaatkan jabatan untuk mendoktrin anak di bawah umur tidak bisa disamakan dengan korupsi?

Dan lalu.. apakah pernah Islam mengajarkan orang lain untuk menyebarkan kebencian?

Karena setahu saya, Islam adalah agama yang penuh cinta kasih.

Setidaknya itu yang saya tahu sih.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s