Koro, si Kelinci

Tahukah kamu?
Anak-anak kelinci kalau sudah dapat melompat-lompat, akan dimasukkan ke dalam ‘Sekolah Kelinci’. Mereka belajar melompat. Lompat jauh, lompat indah, semua jenis lompatan deh. Mereka juga belajar caranya makan wortel. Belajar cara menjadi kelinci.

Setiap jam 12, bel berbunyi 12 kali. Tandanya sekolah sudah selesai dan anak-anak dapat makan masakan lezat Bu Tule sebelum pulang ke rumah masing-masing. Anak-anak kelinci selalu bersorak kegirangan membayangkan makanan yang enak akan masuk ke mulut mereka. Nyamm šŸ˜€ Tapi..tidak untuk Koro.

Koro selalu berkeringat dingin dan bibirnya memucat saat jarum jam bergerak ke angka 12. Mual rasanya perut Koro.

Apa sebab?
Ibu Tule hanya memasak wortel untuk makanan murid-murid di Sekolah Kelinci. Tart wortel, kue wortel, sup wortel, mie wortel. Pokoknya semuanya ada wortelnya. Dan.. Koro alergi wortel.

‘Hah? Mana ada kelinci yang tidak suka wortel? Ini sama saja kayak singa tidak suka daging, atau semut tidak suka gula, atau kambing tidak suka rumput, atau kodok tidak suka lalat’, sahut Sasi, murid paling pintar di sekolah.

Dan komentar-komentar lain dari guru maupun murid di Sekolah Kelinci.

Tak jarang, ada beberapa yang diam-diam tertawa melihat Koro. Koro menjadi teramat sedih, dan juga bingung. Kenapa ia tidak dapat makan wortel? Kenapa ia tidak seperti teman-temannya yang lain. Yang lahap sekali makan wortel, dan bahkan kalau wortelnya terlalu sedikit protes ingin wortel ditambah. Kenapa?

Bahkan saat pertama kali ia makan, ia langsung muntah. Dan muntah. Tidak ada yang tahu apa yang terjadi pada Koro, karena kelinci itu..tidak bisa muntah. Sampai Sasi melihat ensiklopedia dan mengetahui bahwa yang baru saja dialami Koro bernama ‘muntah’.

Koro sering kali hanya melihat ke sungai dan berkata dalam hati sambil melihat pantulan wajahnya di sungai, ‘Gigiku tonggos, telingaku panjang, aku dapat melompat-lompat bahkan selalu juara lompat jauh. Aku kelinci kan? Sama seperti mereka. Tapi kenapa aku tidak suka wortel seperti mereka? Lagipula kenapa sih kalau tidak suka wortel?’, Koro berpikir dalam kesedihannya.

Suatu hari, ia melihat sebuah peti di gudang. Diam-diam ia intip. Dan itulah awal mula Koro tahu mengapa ia tidak suka wortel.

*dan..bersambung. Hehe.. Karena ini dibuat spontan saat mendongeng sebelum tidur untuk Hashfi. Lagian tiba-tiba sayanya juga sudah kehabisan ide. Hehe. Nanti lagi dilanjutin kalau inget dan ada ide ya :D*

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s