Kelinci dan Kunang-Kunang

Evn_firefly_and_rabbit_sketch

Di dalam hutan, hiduplah kelinci kecil dan ibunya. Sekarang setelah kelinci dapat meloncat kesana-kemari, ibu kelinci memperbolehkan ia bermain di luar rumah, namun ia harus pulang setelah matahari terbenam. Kelinci kecil pun mengangguk patuh dengan senyum yang lebar.

Namun..setelah kelinci bermain, ia terus saja bermain bahkan setelah matahari sudah tidak nampak lagi di langit. Ia senang berada di hutan yang penuh dengan warna-warni dan lampu dari rumah penduduk. Tidak seperti rumahnya yang hanya berwarna hitam. Gelap! Ia tidak suka itu. Ibu kelinci pun selalu saja memarahi dan membawa kelinci kecil pulang dengan paksaan.

Sampai suatu hari, kelinci kecil mendengar suara tangisan dari semak-semak saat ia sedang bermain. Ia pun perlahan berjalan ke arah sumber tangisan! Ternyata itu kunang-kunang! Sebelumnya kelinci kecil belum tahu sih itu apa. Namun setelah perkenalan ia baru tahu bahwa ada binatang bernama ‘kunang-kunang’. Kunang-kunang juga bercerita bahwa ia tersesat dan tidak dapat menemukan ibu ataupun rumahnya.

Dalam waktu singkat, kelinci dan kunang-kunang pun menjadi akrab dan menghabiskan waktu bermain bersama. Sampai perlahan matahari pun tenggelam dan berganti bulan. Kelinci pun berpamitan pulang. Ia tidak ingin dimarahi ibunya seperti sebelumnya. Namun kunang-kunang mendadak sedih dan ingin menangis, teringat bahwa ia tersesat dan tidak tahu harus kemana untuk mencari ibunya. Kelinci pun segera mengajak kunang-kunang untuk tinggal di rumahnya dahulu.

Saat di rumah, kelinci melihat hal yang berbeda. Rumahnya menjadi berwarna kekuningan, tidak hanya hitam dan suram seperti sebelumnya. Dan itu karena tubuh sahabat barunya, kunang-kunang, yang dapat mengeluarkan cahaya.

Malam pun menjadi menyenangkan. Bahkan lebih menyenangkan lagi saat ia diajarkan sebuah permainan oleh kunang-kunang. Yaitu menebak bayangan yang muncul di belakang tubuh kunang-kunang yang bercahaya itu.

Kelinci sekarang merasa bahwa gelap itu menyenangkan juga. Terlebih saat kunang-kunang mengatakan bahwa permainan bayangan hanya bisa dimainkan saat gelap. Gelap yang memantulkan cahaya, sehingga bayangan pun bisa muncul, dan membuat mereka dapat bermain tebak bayangan 🙂

PS : ini juga tugas saat membuat therapeutic story. Yaitu kami diminta membayangkan satu anak dan masalahnya, dan diminta untuk membuat therapeutic story dari masalahnya itu. Hayo, kalau membaca cerita saya, kira-kira anak yang saya bayangkan ini memiliki masalah apa?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s