Kisah Bayi & Stroller Ajaib

20140417-183811.jpg

Ada seorang bayi yg selalu tersenyum. Ia selalu tersenyum pada setiap orang yang memandangnya. Terkadang, ia bahkan tertawa pada sekelompok perempuan yang ‘cilukba’ padanya. Ia tidak pernah menangis, seingat ibunya.

Ibunya sangat suka berbelanja dan gemar memakai baju yang mahal dan indah. Ia merasa sangat beruntung memiliki putri yang selalu tersenyum, jadi ia masih dapat melakukan hobinya, berbelanja.

Hari ini adalah hari yang sangat penting bagi si ibu. Semua brand ternama memberikan diskon besar-besaran. 70%! Jelas saja ini merupakan acara yang wajib ia datangi! Ia sudah mempersiapkan stroller baru, besar, dan nyaman untuk anaknya saat anaknya menemaninya berbelanja. Hal yang sangat normal bukan? Sampai..

Ternyata strollernya memiliki rahasia! Ia dapat terbang dengan kode rahasia, tawa bayi. Awalnya, saat bayi tertawa stroller naik sedikit, kemudian naik sampai setara kepala orang dewasa, dan naik terus-menerus. Sang bayi terus-menerus tertawa karena sensasi geli yang ia rasakan saat stroller naik. Stroller pun semakin tinggi ke atas. Tapi..ibunya tidak sadar hal tersebut terjadi. Dia sibuk mencari gaun hitam untuk gala dinner esok hari. Sampai ia mendengar suara tawa yang familiar dari TV yang berada di depannya. Anaknya! Ia pun sangat panik dan cepat-cepat berlari ke kerumunan polisi yang sibuk menyelamatkan anaknya. Hampir pingsan ia melihat anaknya dan stroller melayang-layang di udara. Polisi sudah mengirim helikopter untuk mengambil anaknya dan stroller ajaib itu. Tapi yah..namanya saja stroller ajaib. Kemanapun helikopter ingin mengambilnya, stroller tersebut terus lari dan lari, dan tidak ada yang dapat menangkapnya.

Ibu yang cemas dan lelah itu menunggu di jalan sampai malam, namun tidak ada yang terjadi. Para polisi sudah memintanya untuk pulang ke rumah dan berjanji akan mengabarkan segera saat ada perkembangan. Namun ia tidak mau.

Ini sudah jam 8 malam ketiba tiba-tiba seorang pengemis muncul di hadapan si ibu. Pengemis itu terlihat mengigil kedinginan. Tiba-tiba si ibu memberikan pengemis itu jaketnya bulu yang sedang membalut kulitnya, sesuatu yang tidak pernah ia lakukan sebelumnya. Tiba-tiba si ibu memberikan pengemis itu jaketnya yang sangat mahal, sesuatu yang tidak pernah ia lakukan sebelumnya. Mungkin karena ia teringat anaknya yang ada di atas langit dan mungkin saja sedang kedinginan. Atau mungkin ia sudah sangat putus asa sehingga tidak tahu lagi apa yang harus ia lakukan. Entahlah.

Namun entah darimana, ia mendengar suara sayup-sayup tawa anaknya. Masih jauh di atas awan sih, tapi sepertinya strollernya menurun ke bawah. Sang ibu kegirangan, ia berharap stroller makin lama semakin menurun. Tak sabar rasanya ia ingin memeluk anaknya. Namun, ditunggu dan ditunggu, tidak ada perubahan dari si stroller.

Ibu itu tiba-tiba berpikir. Mengambil beberapa potong baju yang baru dibelinya, dan memberikan kepada para gelandangan yang sedang tidur beralaskan koran. Ajaib, perlahan demi perlahan, stroller turun dan mendarat dengan mulus di tanah.

The end.

PS : Batch 2 training Play Therapy sudah dimulai! Hari pertama dimulai dengan therapeutic story dan hari itu ada 3 kegiatan membuat cerita. Saya senang sekali! Kegiatan pertama, Julie menyebar postcard dan kami diminta untuk mengambil satu yang paling menarik perhatian kami, lalu 20 menit setelahnya membuat cerita dari postcard itu. Saya pun mengambil postcard yang ada di foto di atas, dan jadilah cerita itu. Senang senang 🙂 Dua cerita selanjutnya menyusul di postingan selanjutnya ya 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s