Serobot!

Saya paling sebal kalau diserobot!

Dan sepanjang pengalaman saya, kaum yang paling suka menyerobot itu ibu-ibu. Entah mengapa. Saya tidak mau tahu juga alasannya, lebih berharap bahwa ketika saatnya nanti saya menjadi ibu-ibu, tidak akan menjadi seperti itu.

Namun pagi ini, entah, otak saya berpikir tentang mereka dan alasan di balik perbuatan mereka. Kenapa mereka harus seperti itu? Dan perilaku ini dilakukan mayoritas ibu-ibu, tanpa ada kuliah atau komandonya. Kenapa harus ibu-ibu ? Dan kenapa harus menyerobot? Leih tepatnya sih kenapa harus ketika mereka sudah menjadi ibu-ibu? Sepertinya saat anak gadis mereka tidak seperti itu, lebih tepatnya sih saya jarang punya pengalaman diserobot sama mbak-mbak atau anak perempuan kecil. Berarti perilaku ini bukanlah genetik. Lalu, kembali lagi ke pertanyaan awal, kenapa harus ketika ibu-ibu senang menyerobot?

Hmm.. mungkin karena kewajiban yang dimilikinya sudah bertambah, atau mungkin berubah. Kewajiban untuk pulang secepatnya bertemu dengan anak tercinta, membuatnya rela menyerobot antrian di angkutan umum. Kewajiban untuk menghidangkan makanan terbaik untuk sang suami membuatnya rela menerima tatapan ketidaksukaan ibu-ibu lain di pasar akibat harus menyerobot  demi mendapatkan bahan terbaik pembuat panganan sang suami. Kewajiban-kewajiban lain yang mungkin kalau dipikir bukanlah kewajiban, sebenarnya. Hanyalah sebuah keinginan yang dilandasi dan dibalut cinta bagi orang-orang yang memiliki arti penting bagi mereka. Bagi ibu-ibu ini.

Ah, mengharukan sebenarnya :’)

(Itu juga kalau teori saya benar sih. hehe..)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s