Olahraga

stock-vector-cartoon-sport-icon-98690417

Saat kita pertama kali berolahraga setelah sekian lama gak berolahraga, pasti akan ada rasa pegal atau sakit yang mengikuti setelahnya. Namun selain itu, kita pun merasakan kenikmatan, yang walaupun sedikit mungkin dapat membuat kita bertahan untuk berolahraga kembali keesokan harinya, dan esok harinya lagi. Sampai akhirnya saat kita melakukan dengan rutin, rasa pegal itu akan hilang dan berganti dengan kenikmatan yang terus menerus bertambah, atau paling tidak stagnan.

Namun jika setelah rasa pegal dan sakit pertama yang kita rasakan, kita menjadi kapok berolahraga. Saat kita memutuskan untuk berolahraga lagi kapan-kapan, kita akan selalu merasakan rasa pegal dan sakit. Lalu kita beranggapan bahwa olahraga itu hanya membuat sakit dan pegal. Masuk ke dalam box pengalaman negatif dalam folder otak kita.

Mirip seperti kerja, secara spesifik wirausaha. Jadi wirausaha itu awalnya seperti turun ke hutan tanpa dibekali kompas atau map. Meraba-raba kesana-kesini. Berjalan gak tentu arah, sampai akhirnyakita menemukan pola yang enak untuk diri kita menjelajah hutan belantara. Mungkin saat pertama, ada rasa enak. Jadwal pekerjaan fleksibel, punya embel-embel CEO, dst. Tapi kalau dipikir-piker lagi tidak enaknya akan lebih banyak. Iya sih, disebut CEO, tapi kalau gak ada yang mengakui selain kita sendiri ya sedih juga ya. Iya sih jadwal kerjanya fleksibel tapi kalau pemasukannya fleksibel (yang misalnya lebih banyak defisitnya) ya miris juga ya. Dan masih banyak kesedihan lain yang akan sangat panjang kalau dijabarkan disini :p . Namun seperti olahraga, kalau kita bisa menyalakan harapan, bertahan dengan mengingat-ingat segala kesenangan yang sudah dan akan didapat, dan terus berjuang akan datang saatnya kita meraih lebih banyak kesenangan dibanding hal yang menyebalkan. Hal yang menyebalkan tentu saja masih ada, tapi akan ada saatnya kesenangannya lebih banyak sehingga menutupi hal yang menyebalkan itu. Jika memang kita berjodoh menjadi wirausaha.

Sebaliknya, jika kita merasakan kesusahan, terus menutup usaha kita. Lalu berusaha membuka lagi usaha baru, susah sedikit lagi, tutup lagi. Begitu seterusnya. Maka ya, yang akan kita rasakan hanya rasa sakit dan menyebalkannya. Seperti saat kita hanya berolahraga sesekali itu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s