Nenek sihir

Apa yang kamu pikirkan saat melihat ini? Seram?

Ia sebenarnya adalah jelmaan pohon tua. Tempat dulu kamu selalu berteduh. Tempat dulu kamu selalu bercerita tentang segala hal. Saat kamu mendapatkan medali pertama. Tempat kamu menangis saat pertama kali sahabatmu pindah ke luar negeri. Tempat kamu bercerita hal-hal yang tidak kamu ceritakan pada orang lain.

Ia ingin sekali mendekati kamu, sahabat lamanya. Tapi kamu malah berlari, dengan dalih mukanya aneh. Padahal mukanyalah yang selalu kamu usap-usap, yang kamu peluk, sebagai rasa terima kasihmu yang selalu melindungimu kala terik matahari menyengat atau hujan deras turun.

Dulu, ingin sekali ia dapat berbicara dengan bahasamu. Ingin sekali bergerak sepertimu. Agar ketika kamu mencurahkan segala perasaanmu, kamu tidak pernah merasa sendiri dan tidak didengarkan.

Sekarang, ia hanya ingin seperti dulu saja. Membisu dan tidak bergerak. Tidak mengapa. Daripada dapat berbicara dan bergerak, namun justru membuatmu menjauh.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s