Angel vs Devil

angel-devil

Saya selalu percaya baik dan jahat dalam diri manusia itu punya kadar maksimum dan minimumnya sendiri, yang berbeda antara satu orang dengan orang lainnya. Jadi kalau si X yang terkenal sholeh, baik, dan jujur (pokoknya segala macam sifat dan budi pekerti yang ada di buku PKN lah) berbuat jahat, apakah bisa? Tentu saja bisa, tapi tentu tidak akan se’liar’ si Y yang memang sehari-harinya sudah sering berkata kasar dan main tampol orang kalau tersinggung sedikit saja.

Nah, balik lagi ke membangun bisnis. Kalau saya mendengar cerita tentang karyawan yang menipu bosnya, main curang, menggelapkan uang, adu argument yang hebat banget dengan bosnya, dst, dst, saya gak sepenuhnya percaya bahwa mereka itu benar-benar orang jahat. Orang yang dari awal melangkahkan kaki pertama kalinya ke perusahaan itu, memang niat untuk berbuat jahat. Pasti ada pemantik, yang akhirnya membuat kadar jahatnya meninggi ke maksimum.

Bisa karena apapun.

Bisa karena masalah apapun, bisa dari kantor, atau lingkungan lain di luar dirinya, atau dirinya sendiri. Yang kita pun tidak tahu apa.

Yang jelas saya percaya, mereka bukan orang jahat. Dulunya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s