The Lego Movie

the_lego_movie_2014-wide

 

The Lego Movie,
Ekspektasi saya saat menontonnya ya sebatas akan disuguhkan berbagai permainan warna yang apik. Serta berbagai bentuk makhluk dan bangunan kreatif yang menakjubkan dari mainan lego. Udah sebatas itu. Jadi tanpa merasa perlu dan tergerak untuk membaca resensinya, saya pun memutuskan untuk menontonnya bersama Hashfi dan teman-temannya.

Tapi ternyata, filmnya jauh melebihi ekspektasi saya. Ya, walaupun ada beberapa bagian yang membuat saya mengantuk sampai hampir tertidur. Tapi..banyak sekali nilai-nilai yang terkandung dalam cerita ini. Yang diungkapkan secara halus banget dan gak eksplisit. Dan..bisa banget jadi moment pembelajaran, bukan hanya untuk anak-anak, tapi juga orang dewasa. Untuk anak-anak, saya sangat merekomendasikan film ini! Orang dewasa pun gak ada salahnya nonton film ini.

Yang paling gong-nya sih waktu Elmet (tokoh utama) menjawab pertanyaan ‘jadi apa yang akan dikatakan pada presiden direktur?’. Saya sampai menitikkan air mata mendengarkan jawabannya. Huks.

Beberapa ini nilai yang dapat saya petik dari film ini (karena mungkin ini bisa spoiler, yang belum nonton mungkin nonton dulu filmnya ya, baru baca ini. Hehe) :

1. Dalam film (dan juga dalam hidup) gak mesti kok ada orang yang dilabel sebagai ‘si jahat’ untuk membuat orang lain dilabel sebagai si baik. Udah dongeng-dongeng kuno lah yang punya perspektif seperti itu. Dan ini adalah (menurut saya) tema utama dalam film ini. Bahwa yang jahat, bisa saja gak benar-benar berniat jahat saat melakukan tindakan jahatnya. Film pertama yang saya tahu menggunakan perspektif serupa itu adalah Mega Mind, dan sekarang ini terlihat lagi di Lego. Coba lebih banyak film anak-anak seperti ini ya. Jadi anak-anak gak perlu teracuni pikiran-pikiran si baik vs si jahat. Jadi semakin sedikitlah perang-perang itu. Karena perang, mau ada pihak yang baiknya kek, pihak jahatnya kek, gak akan pernah menjadi baik. Kenapa juga kita gak jadi baik semua, dan gak ada yang jahat. Oke kalau gak mungkin, setidaknya semakin sedikitlah yang jahat-jahat itu *jadi panjang gini hehe*

2. Film ini akan ‘menampar’ orang-orang yang merasa lebih dan spesial, dan menganggap orang lain gak ada apa-apanya. Menampar orang-orang seperti saya lah. Hehe. Film ini menunjukkan dengan gamblang, betapa orang-orang yang terlihat biasa-biasa saja, gak punya kelebihan apapun dan rasanya hidup gak hidup juga sama saja. Eh ternyata, justru dialah yang bisa menyelamatkan orang lain. Dan.. orang-orang yang merasa dirinya lebih, malah yang akhirnya harus tunduk di bawah komando orang yang terlihat biasa ini. Intinya, don’t judge a book by it’s cover. Dan kalaupun judge, jangan memandang rendah dan sebelah mata orang lain.

3. Believe in yourself
Dulu saya sering bertanya, apa jadinya kalau Voldemort gak percaya sama ramalan itu, mungkin aja Harry Potter akan tetap jadi anak biasa. Tapi karena terus-menerus diyakini, Harry pun menjadi orang yang istimewa dan dapat menyelamatkan dunia.
Intinya apa? Ya..intinya adalah percaya sama diri sendiri. Kita gak perlu ramalan untuk menentukan nasib kita. Tapi dengan kita percaya bahwa diri kita akan x, maka kita sudah meramalkan diri kita di masa depan. Dan keyakinan kita sendiri adalah ramalan paling kuat tentang diri kita. Jadi intinya adalah percaya dan yakin sama diri. Dan itu juga yang saya pelajari dan diingatkan kembali dari film ini.

Nah, apalagi ya? Sepertinya ada, tapi nanti aja kalau inget baru ditambahin ya.

See you! Selamat menonton 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s