Dim

lampu_dim

Ada saatnya ketika hari menjadi begitu menyebalkan. Ketika bahkan hal-hal yang sebenarnya tidak perlu menjadi masalah, akhirnya justru menjadi penyulut ledakan kemarahan. Contohnya, kemacetan. Kemacetan itu, apalagi yang terjadi tanpa penyebab (padahal ya ada penyebabnya, yaitu volume kendaraan yang sudah gak seimbang dengan lahannya, tapi kita memilih menihilkan sebab yang seperti itu), membuat kita sangat uring-uringan. Salah satu akibatnya, Bahkan kalau ada yang sudah pasang sen ke kiri (yang mana merupakan jalur jalan di depan kita) padahal kitanya masih jauh, pengen kita terjang karena kita pikir ‘Minggir lo. Ini kan jalan gw‘.

Beberapa bulan terakhir, saya merasakan kejadian-kejadian ini semakin meningkat. Saat saya meminta jalan dan sudah pasang sen dari jauh (dan sudah dipastikan juga kalau mobil lain masih jauh) yang ada mereka justru mengedim terus-menerus atau mengklakson dengan galaknya, sekaligus menambah laju kendaraannya.

**

Dalam kehidupan ini banyak orang yang suka menyikut-nyikut. Mempersepsi orang lain sebagai musuhnya atau ingin berbuat gak baik padanya. Jadilah karena ia merasa tindakan orang lain adalah tindakan yang akan mencelakakannya, ia pun menjegal orang lain sana sini. Setelah itu tersenyum puas, merasa berhasil melakukan tindakan preventif untuk tidak tersakiti. Padahal kalau dipikir-pikir, siapa yang sebenarnya merugi? Ya..yang empunya pikiran negatif itu. Terus menerus dibebani pikiran negatif tuh kayak terus-menerus memanggul beban yang tidak perlu. Berat dan lelah akhirnya. Padahal orang yang dijegal atau dihambat juga mungkin tidak merasa dan santai-santai saja.

Ya..mirip dengan si mobil yang konstan ngedim dari jauh itulah. Si mobil depan yang nge-sen sudah melenggang ke jalur yang ia mau. Si mobil yang nge-dim gondok, ngelakson, marah-marah dan mendongkol, tapi akhirnya toh ia tetap harus bisa menerima kenyataan. Bahwa tempatnya adalah di belakang mobil yang ia sebelin tadi, seberapa cepatnya pun ia berlari.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s