TV Lokal

tv

Saya sudah kehilangan harapan melihat TV lokal, yang dipenuhi dengan segala iklan, joget-joget tidak jelas, atau presenter heboh sendiri tapi memiliki kedangkalan mewarta dan mewawancara sehingga sedikit sekali yang bisa dikupas dari narasumber.

Bisa dihitung dengan jari, acara di TV yang saya masih tonton (meski tidak rutin). Bahkan saya sampai kesimpulan bahwa materi yang dibawakan di TVRI lebih menarik dan mendidik dibandingkan semuanya. Musnahkan sajalah semuanya, dan kembali ke hanya TVRI. Seperti dahulu kala.

Lalu..minggu kemarin, saya pergi ke Jember. Baru tahu, kalau Jember ternyata maju juga :p , ada 2 TV lokal disana. Namanya Jember 1 TV dan JTV. Di JTV ada sebuah acara, namanya Wedang Cor. Saat itu, saya sudah sinis saja, melihat presenternya rambutnya dicat pirang, mengingatkan saya akan presenter joget-joget itu. Aduh kasihan amat, alay-alaynya Jakarta sudah tertular kesini, pikir saya. Sisa cerita, rasanya saya harus menoyor diri saya, jauh dari alay, bahkan cerdas menurut saya. Masih melawak (bahkan banyak sekali lawakannya, yang kebanyakan juga tidak saya mengerti karena bahasa Jawa :p) tapi cerdas. Lawakannya selalu terkait dengan si narasumber, membuktikan si presenter itu menyimak dan bisa mengolahnya dengan baik. Sehingga pikiran si narasumber bisa terkupas tuntas, tapi dibawakan dengan sangat ringan. Sehingga orang awam pun paham.

Saat itu, muncul kembali harapan saya untuk pertelevisian Indonesia.

Tapi kembali lagi ke Jakarta. Dan ya, bisa terbayangkan harapan saya seperti tersiram bensin. Layu tak berkembang. Mati.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s