Cepat ?

Saya kira tadinya yang alon-alon asal kelakon itu hanya Jogja. Tapi..ternyata kampung halaman pun juga seperti itu. Baru sadar.

Ceritanya waktu tadi baru mendarat di Surabaya. Adik saya langsung mengusulkan makan di ‘Bu Kris’, warung penyetan langganan keluarga kami yang memang juga ada cabangnya di Jakarta. Kalau di Jakarta, pelayanannya tergolong super duper cepat. Tapi..begitu kami antri di Surabaya ini. Weleh..weleh. Saat kami datang, ada beberapa meja yang belum makanan sama sekali. Dan mereka baru disajikan makanan setelah kami ada disana 10 menit-an (padahal setelah dirasakan mah rasanya gak beda sama Bu Kris yang di Jakarta, dengan waktu penyajian yang jauh lebih cepat).

Selain karena memang lama. Antrian juga disebabkan karena..setelah sudah selesai makan, pengunjung masih asyik dan cuek bebek saja ngobrol-ngobrol, walaupun sudah banyak yang mengantri. Sesuatu yang gak akan kita temukan di Jakarta. Coba kalau Holycow! kayak begini, bisa ngantri sampai Blok S kali *lebay*

Lalu kami nyinyirlah di depan, melihat orang-orang yang masih asyik bercengkrama sementara perut kamu sudah berbunyi sedari tadi. Tapi saat saya pikir-pikir lagi (pikiran lebih jernih karena sudah kenyang), sebenarnya orang Jakarta saja kali nih yang sulit menikmati hidup. Semuanya harus serba cepat dan cepat, tanpa benar-benar dinikmati. Mungkin justru para arek Suroboyo ini yang mengajarkan tentang arti be in the present moment yang sesungguhnya, dengan caranya mereka yang terkesan ‘lambat’ untuk kami.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s