Food-logy

untitled

X : I’ve learn from food, recently. Waktu aku buat telur. Karena ya kamu tahu kan aku jagonya cuman masak telur. Hehe.. Nah aku jadi mikir. Telur itu.. tidak akan jadi telur yang sempurna kalau kita hanya masak satu sisinya saja. Yang ada yang satu sisi jadi gosong, dan sisi lain masih mentah. Jadi.. kita harus bolak-balik telur itu, biar dua-duanya bisa matang dengan sempurna, kan? Sama juga dengan hubungan. Kalau cuman salah satu pihak saja, yang mati-matian kejar, ada saatnya pasti dia capek dan mundur. Pihak yang satunya juga mungkin jadi ilfiil deh dikejar-kejar terus. Hubungan itu akan berhasil kalau dua-duanya bisa tarik ulur, sesuai dengan kadar yang tepat menurut keduanya. Telur kan..juga ada orang yang suka agak gosong di pinggirnya, atau agak-agak setengah matang. Jadi yang penting, pointnya harus dibolak-balik antar sisi, terserah mau berapa lamanya.

Y : Aku juga kemarin belajar dari..pisang. Baru pertama kali aku dikasih pisang warnanya hijau! Dan ajaibnya, perlahan-lahan ia berubah menjadi kuning beberapa hari kemudian. Cantik banget deh metamorfosanya. Aku gak pernah lihat yang kayak gitu. Dan..itu cepet banget berubahnya lagi. Setelah beberapa hari, warna kuningnya berubah jadi kehitaman. Dan kalau gak cepat-cepat dimakan jadi busuk kali.

X : Ya elah. Ya ilah. Apa istimewanya?

Y : Istimewa banget lah! Dari situ aku belajar kalau naturenya alam itu adalah membuat kita menunggu. Kita diajarkan untuk menjadi sabar. Menunggu perlahan-lahan, sampai bisa memetik hasil. Dan saat hasilnya itu udah ada. Kita juga gak boleh tamak. Ambil seperlunya. Karena toh kalau diambil banyak-banyak, kita gak akan sanggup menghabiskannya. Akan membusuk, dan mubazir.

X : Iya ya. Bener juga kata kamu. Pantesan orang jaman sekarang jadi penyakitan dan gelisah aja hidupnya. Karena mereka tuh melawan naturenya hukum alam ini ternyata. Coba, sebagian besar makanan sekarang kan dibuat dengan sangat cepat tapi tahan lama. 180 derajat dengan naturenya.

Y : Iya, itu dia yang aku pikirkan. Dan sekarang banyak banget kan jadinya food waste. Sejak makanan diproduksi dengan cepat dan banyak, akhirnya kita sendiri tidak menghargai makanan yang ada. Kenyang, ya tinggal buang. All you can eat, ambil sebanyak-banyaknya. Gak habis ya tinggal buang. Makanan dibuat dengan porsi jumbo-jumbo, gak abis atau gak suka ya tinggalin aja di meja. Dulu aja diciptain teknologi untuk makanan ini awet dan jumlahnya banyak karena takut persediaannya gak mencukupi untuk manusia. Tapi apa jadinya? Karena merasa makanan gampang didapat, akhirnya banyak banget yang terbuang percuma. Kayak yang baru aku lihat di video ini. Gila! Padahal kalau makanan dikurangi sebenarnya cukup-cukup aja kok untuk kita. Kitanya yang mesti rem dikitlah.

X : Iya ya. Haha. Yaudah yuk makan dulu. Ngomongin makanan jadi laper nih.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s