Savasana

savasana

Jika kita dapat berlari dengan baik. Kita kira, kita pun bisa diam dengan sama baiknya. Belum tentu.

Anak-anak sekarang sedikit sekali memiliki ruang untuk diam. Semua serba harus bertujuan. Diam diartikan sebagai buang-buang waktu. Padahal dengan berlatih diam, kita bisa melatih imajinasi dan kreativitas kita. Coba saja berapa banyak anak yang melihat-lihat awan lalu berimajinasi bentuk-bentuk awan itu, lalu membentuk ceritanya sendiri? Mungkin tidak banyak.

Diam, hanya diartikan sendiri. Sendiri dalam raga, mungkin. Tapi kita akan menggenggam handphone, memainkan games atau terhubung dengan social media. Melihat segala komentar, atau membandingkan pencapaian orang-orang disekitar kita dengan diri kita. Sampai akhirnya, aktivitas-aktivitas itu tidak pernah tentang menjadi sendiri.

**
Savasana, adalah gerakan yoga yang paling mudah dan menyenangkan untuk saya. Tinggal terlentang, pejamkan mata selamam beberapa menit, udah deh. Tapi..waktu mengajarkan itu ke anak-anak, justru gerakan itu yang paling sulit diajarkan. Mereka akan goyang sana-sini, gerak kiri-kanan, mata kebuka ketutup, sambil bertanya ‘sampai kapan sih kita kayak gini? Bosan’. Bahkan untuk diam yang sebenarnya hanya membutuhkan waltu 3 menit saja mereka kesulitan. Akhirnya sebelum savasana, saya pun meminta mereka membayangkan kue yang baru keluar dari oven. Apakah setelah itu langsung dapat dimakan? Tidak kan. Harus didiamkan terlebih dahulu, didinginkan, agar segala campuran bahan-bahannya dapat bersatu dengan apik. Dimakannya pun jadi lebih nikmat deh dibanding langsung makan saat kue keluar dari oven. Sama seperti tubuh kita. Ia membutuhkan waktu untuk menyerap segala manfaat yoga yang sudah kita lakukan tadi dengan mendinginkan badan melalui savasana. Kalau kita tidak melakukannya, manfaat yoganya berkurang deh. Baru setelah itu saya putar lagu penanda savasana. Ajaibnya, mereka bisa bertahan diam selama 3 menit tanpa gerak-gerak! Walaupun setelah itu ditanya rasanya, kebanyakan menjawab ‘enak tapi gak enak juga karena matanya gatal tapi gak bisa garuk’.

Overall, sangat baguslah untuk latihan pertama. Walaupun tetap awalnya harus diiming-imingi dengan tujuan. Latihan untuk diam. Sesuatu yang kita kira gampang. Tapi jarang sekali dilatih di era ini, sehingga ternyata tidak pernah semudah kelihatannya.

Yuk, latih anak untuk diam sejenak. Eh mama papanya juga ya 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s