Sakit

Waktu suntik, kita pasti diminta untuk rileks dan tidak tegang. Sakit sih, tapi sakitnya jauuuuh lebih ringan jika kita tenang. Kalau tegang, bukan hanya rasa sakit yang lebih besar, tapi mungkin waktu lebih besar yang harus disisihkan (belum lagi deg-degannya) karena membuat nadi kita sulit dicari.

Dari situ saya belajar, sakit dan segala emosi negatif lainnya, kodratnya adalah diterima. Dirasakan. Dihayati. Sampai ia akhirnya melebur dengan kita, berdamai, dan membuat rasa sakit itu mengecil dan cepat menghilang.

Saya baru menyadari, betapa seringnya saya berlari dan menghindar dari segala rasa sakit yang hadir. Yang membuat rasa sakit itu datang berpuluh-puluh kali lebih sakit, dan bahkan pada saat yang tidak dapat saya antisipasi.

Jadi..sekarang saya mencoba untuk tidak melawan. Sekali-kali menyerah untuk menang, tidak apa kan? 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s