Pain

Kadang.. ada hal-hal menyakitkan yang pernah kita alami. Yang pada akhirnya, disadari maupun tidak, mendorong kita untuk sekuat tenaga menghindari hal tersebut. Berada benar-benar ekstrim di posisi sebaliknya. Berjuang sekuat tenaga untuk tidak berada di posisi menyakitkan itu. Sampai akhirnya, disadari atau pun tidak, membuat kita berada di situasi yang sama. Namun kali ini, kitalah si ‘penyiksa’. Kitalah si pembuat situasi menyebalkan itu tercipta. Dan orang lainlah yang menjadi korbannya. Atau justru..kita sendiri yang lagi-lagi di posisi korban, dengan skenario yang berbeda.

Sehingga, rasa sakit itu akhirnya menjadi bumerang. Kembali lagi ke si empunya. Atau terdaur ulang, tetap menjadi miliki kita, dalam bentuk yang berbeda.

Bagaimana kalau kita mencoba untuk memaafkan. Merubah wujudnya, menjadi serpihan-serpihan debu. Lalu kita tiupkan ribuan debu itu ke laut. Ia tetap ada, tapi entah dimana. Lagi pula, kalau toh kembali lagi ke kita, sudah tidak berefek apapun saking kecilnya. Tapi yah..memaafkan adalah sebuah konsep yang tidak pernah mudah untuk dipahami, apalagi diaplikasikan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s