Definisi

stock-photo-8902103-believe-dictionary-definition

Kalau ketemu orang, ibu saya sering sekali bilang ‘Percuma punya anak perempuan. Gak bisa apa-apa’. Dengan nada bercanda atau apa sih, tapi itu sering. Dan memang dalam kehidupan sehari-hari, saya sering banget dimarahi karena ‘kamar belum rapih’, ‘handuk belum dijemur’, ‘keluar kamar mandi, air dimana-mana’, dst. Intinya, kebersihan adalah one of the matter most for my mom. Sementara saya sering sekali berpikir ‘aduh, gitu aja ribet deh’. Seringnya saya akan diam kalau ibu saya begitu.

Tapi.,kalau PMS melanda, saya akan berpikir. Gak bisa apa-apa itu maksudnya apa sih? Sejenis vegetatif atau koma gitu? Sepertinya ibu saya tidak peduli, mau saya punya pekerjaan seperti apa, prestasi apa, salary berapa, as long as saya gak rapih, maka menurut ibu saya, saya akan selalu ‘gak bisa apa-apa’.
***

Cerita yang lain adalah tentang saya yang introvert. Salah satu cirinya adalah saya tidak bisa terlalu lama untuk bertemu orang lain. Jika terlalu lama, saya harus charge energi saya, dengan melakukan sesuatu sendirian. Baru bertemu orang lagi. Kalau dipaksakan bertemu terus-menerus, pasti bawaannya akan bad mood, dan berusaha untuk pergi ke tempat yang bisa membuat saya menyendiri (seperti ke kamar mandi) (Sekarang sih, waktu toleransi saya sudah semakin panjang sih untuk bertemu dengan orang lain). Nah, padahal kan pekerjaan saya jelas berhubungan dengan orang lain. Bukan hanya sekedar berhubungan, tapi membangun hubungan baik, membuat mereka percaya bahwa mereka dapat mempercayakan masalah mereka pada saya, menganalisis, menjadi fasilitator untuk membuat hidup mereka lebih baik, dst. A lot of works to do kan? Dan itu harus dilakukan dalam waktu yang cepat. Terbayang kan betapa terserapnya energi saya. Menyadari hal itu, dan kalau saya paksakan juga tidak akan baik untuk si klien, saya suka mengambil libur, bahkan sampai sehari penuh. Untuk charge energi saya. Dan toh, memang ada bagian dari pekerjaan saya yang bisa saya selesaikan tanpa perlu keluar rumah. Itulah yang saya kerjakan sambil mengcharge energi saya.

Nah, perilaku saya tersebut diartikan ibu saya sebagai ‘pengangguran’. Mungkin, definisi ibu saya atas ‘bukan pengangguran’ adalah orang-orang yang berangkat dan pulang pada jam yang sama dari hari Senin-Jumat. Di luar itu, yang pekerjaannya fleksibel, yang jam kerjanya tidak pasti, adalah ‘pengangguran’. Akibatnya, ibu saya sering sekali menyuruh saya ini dan itu, di hari saat saya ingin berdiam di dalam rumah saja, dengan alasan ‘kamu kan lagi nganggur’. Yang membuat saya enggan untuk menjawab panjang lebar jika sudah dilabel seperti itu.
**

Dua cerita di atas intinya adalah pada ‘definisi’. Bahwa ternyata satu orang dengan orang lain memiliki definisi yang berbeda, tentang apa yang terpenting pada hidupnya. Selama saya praktek, saya sering kali terkejut, dengan bagaimana seseorang mendefinisi apa yang terpenting bagi hidupnya. Kadang definisi mereka begitu sederhana, sesuatu yang sebelumnya tidak terpikir orang saya. Sesuatu yang saya kira harusnya lebih besar dari itu. Yang membuat saya sekarang menyingkirkan segala definisi penting hidup dalam definisi saya, bertanya pada mereka, menghargai dan bagaimana kita dapat bekerjasama untuk membuat hidup mereka lebih baik, sesuai definisi mereka.

Dulu saya tidak pernah sadar, mungkin karena sudah tertutup kemarahan, akan segala label negatif ibu saya yang diberikan tanpa interupsi pada saya. Tapi sekarang saya sadar, ini semua hanyalah masalah perbedaan definisi semata. Antara apa yang penting untuk saya, dan apa yang penting untuk ibu saya. Di saat saya terus menerus mengejar apa yang terpenting untuk saya, dan ibu saya masih menilai saya dengan tolak ukur yang terpenting untuknya. Jadinya tidak bertemu. Jadinya komunikasi negatif yang terjalin saat menyentuh topik itu.

Ya..mungkin, sesekali kita harus duduk bersama. Mendefinisikan apa yang terpenting dalam hidup kita. Menyelami apa yang dipikirkan oleh orang lain. Menerima jika definisi yang dimiliki orang lain berbeda, atau jauh berkebalikan, dengan apa yang kita miliki.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s