Penanda

Hidung merah menjadi penanda. Ada yang butuh istirahat. Ada yang butuh pelukan. Dan terlebih, perhatian.

Asap dari kuah sup itu menjadi penanda. Ada yang menaruh perhatian, dan mungkin menitipkan hatinya disana.

Tidak perlu kata, terkadang. Penanda yang tertabur disana sini sudah lebih dari cukup. Bahwa ada yang nyata dari segala yang abstrak. Bahwa ada yang lebih dalam dari yang tak terucap.  

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s