Travelling (what I’ve learn)

20130829-072825.jpg

Travelling itu selalu membawa cerita sendiri untuk saya. Saat pulang kembali ke rumah, selalu ada hal yang berbeda yang terjadi pada saya. Entah dari segi pemikiran, perasaan, atau mungkin hanya sekedar kulit gosong (yang mesti dengan kerja keras harus diberi perawatan agar kembali seperti sedia kala :P).

Travelling kali ini membuat saya untuk melihat lebih dalam (dan diingatkan kembali) mengenai :

1) Jangan terlalu cemas memikirkan masa lalu dan masa depan. Menjejakklah di masa kini. Travelling itu adalah fast track dari kehidupan yang sesungguhnya. Dengan cepatnya, kita harus memutar otak. Apa yang harus dilakukan di kota ini? Berapa uang yang harus disiapkan saat kita makan disini? Apakah makanan disitu halal? dst. Kalaupun sudah menyiapkan itinerary dengan matang, tetap saja ada kejadian tak terduga yang juga bisa membuat kita panik, seperti ‘bagaimana tiba-tiba jika kita ketinggalan pesawat?‘ atau ‘nama kita tidak terdaftar di hotel yang kita pesan?‘. Ada banyak sekali tentu yang harus dipikirkan untuk hari ke depannya dan hari kedepannya lagi. Tapi, kalau terlalu banyak menghabiskan waktu untuk terus berkutat dengan ‘apa yang akan terjadi‘, kita akan cenderung tidak  menikmati perjalanan itu sendiri. Kita terlalu sibuk (atau ketakutan) akan apa yang ada di depan kita, tanpa menjejak masa kini. Atau sebaliknya, terlalu terlarut menyesali hal-hal yang tidak sesuai dengan apa yang kita rencanakan. Kita jadi kehilangan moment-moment berharga yang seharusnya bisa diraih. Sudahlah, kalau pun memang rencana yang sudah disusun esok hari hancur berantakan, kita langkahkan kaki saja. Bertemu dengan orang baru, menjejak tempat-tempat baru, meskipun tidak sesuai rencana, juga menyenangkan (atau menegangkan). Bukankah begitu setiap bertemu hal yang baru?

2) We’ll find a way. Melanjutkan ke nomor satu, saya selalu menimpa pertanyaan ‘what if‘ dengan ‘we’ll find a way‘ secara konstan, sehingga si ‘what if‘ ini tidak punya celah untuk merajai otak saya. Dan ajaibnya, memang selalu saja ada solusi atas segala masalah yang ada, kalau kita percaya bahwa selalu ada jalan untuk semua masalah. Kalau masalahnya dipikirin terus, akhirnya beneran menjadi masalah. Dan travelling akhirnya bukan menjadi liburan, tapi justru menjadi sumber masalah lanjutan.

3) Simpan kenangan di dalam diri, bukan melalui alat. Saya tahu, bahwa memori di dalam otak kita ini memang terbatas. Namun, kalau jadinya setiap kali pergi kemana-mana, kita jadi terlalu fokus untuk memoto atau merekam segala kejadian atau foto diri di dalam setiap tempat yang kita kunjungi, makna perjalanan menjadi tergerus bahkan luluh lantah terserap oleh kamera yang kita bawa. Ini hanya pendapat saya saja. Mungkin karena saya bukan fotografer dan tidak bakat memotret kali ya. Namun, kalau saya sih pada akhirnya memilih untuk meletakkan sejenak kamera saya. Lalu melihat dan meresapi segala detailnya. Mungkin saya akan lupa dengan cepat, atau mungkin itu semua akan berubah wujud menjadi essence dalam beberapa tulisan yang saya buat nantinya. Entah.

4) Positive thinking pada orang lain. Memang, susahnya kalau berpikir positif adalah menjad rancu dengan naïf. Tapi, saya suka percaya saja dengan insting saya. Kalau orang tersebut saya rasa baik, mau perawakannya seperti apa, saya akan meyakini ia baik. Hard to explain, but just take it. Dan dalam perjalanan saya kemarin ini, saya banyak sekali dibantu oleh orang-orang lain, yang saya kira tadinya tidak akan mungkin mau berpayah-payah meluangkan waktu dan tenaganya untuk saya. Tapi ternyata itu terjadi. Tidak hanya satu atau dua, tetapi banyak (berarti banyak nyusahin orang juga ya gw). Mungkin seperti kata orang, bahwa apa yang kita dapat adalah mirroring dari apa yang kita pikir, setelah saya pikir-pikir.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s