Put Oneself In Someone’s Shoes

20130829-191613.jpg

Mereka bilang, coba sesekali untuk menempatkan diri ke dalam sepatu orang lain. Untuk dapat mengetahui bagaimana rasanya menjadi orang tersebut.

Tapi aku rasa, kalaupun kita mencoba sepatu mereka, kita tetap saja tidak pernah tahu bagaimana rasanya mereka saat memakai sepatu tersebut. Bagaimana jika sepatu tersebut tidak sesuai dengan ukuran kita? Apakah itu kekecilan untuk kita? Atau justru kebesaran untuk kita? Namun justru pas bagi jemari kaki empunya. Kita pun tak pernah tahu, seberapa lama sepatu tersebut menemani tuannya, sampai timbul rasa nyaman yang menjalar saat memakainya, atau ada memori tertentu yang tercetus saat memakainya, atau justru kebosanan karena modelnya yang sudah ketinggalan jaman? Kita tidak tahu hanya dengan sekedar mencoba dan memakai sepatu mereka.

Yang justru harus kita lakukan adalah mencoba berjarak. Mengamati bagaimana si empunya mengayuhkan langkah kaki perlahan-lahan ke dalam sepatu. Mengamati segala perubahan raut wajah sejak kali pertama ia mulai menjejakkan kaki ke dalam sepatu. Kita, mencoba berjarak, alih-alih menyatu, untuk mengenal dengan lebih baik.

Dengan kata lain, berempati dan bukan bersimpati..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s