Lambat?

ist2_4339691-turtle-cartoon[1]

Akhir-akhir ini, saya sering sekali mendapat komentar ‘wah, baru umur segini udah S2, jadi psikolog. Hebat banget ya. Aku aja.. bla bla bla‘.
Di sisi lain, tak jarang juga saya mendengar ucapan ‘kapan nih undangannya? (dan hal senada itu).

Lalu.. saya berpikir.. apakah kita bisa menyamaratakan pengalaman orang, dan mengatakan satu orang lebih hebat dari orang yang lain?

Saya lahir dari keluarga yang sangat menomorsatukan pendidikan, sehingga merupakan hal yang wajar jika saya sudah lulus S2 di titik ini. Keluarga lain, mungkin lebih mengutamakan nilai keluarga, sehingga prestasi menjadi seorang istri dan ibu rumah tangga menjadi lebih berarti dibandingkan gelar S3, atau bahkan profesor sekalipun. Jadi saya pikir, mungkin kurang tepat jika lalu dikatakan ‘saya hebat karena x, dan saya belum hebat karena belum x‘, karena nilai yang kita anut tidaklah sama antara satu dengan yang lainnya. Sehingga, menurut saya, tidak ada seorang pun yang berhak untuk menjudge kita hebat dan orang lain kurang hebat, berdasarkan satu tolak ukur tertentu.

Bukannya saya lalu tidak senang mendapatkan pujian seperti itu. Jelas saya senang karena berarti ada orang lain yang menghargai jerih payah saya selama ini *emang dasarnya narsis. Hihi* tapi.. saya kurang sependapat jika ada orang lain yang sebaya dengan saya lalu belum S2 berarti kurang hebat dibandingkan saya, karena mungkin ia memiliki nilai yang lebih penting, yang menjadikan ia pun unggul di bidang yang lain 🙂

Di sisi lain, saya juga agak jengah, jika ada yang bilang kalau di umur saya yang sekarang, saya belum menikah, berarti saya ‘terlambat’. Siapa yang menentukan terlambat atau tidaknya? Adakah pakem tertentu untuk memvalidkan pertanyaan itu? Di samping itu, apakah mereka sudah melihat latar belakang dan nilai yang orang lain anut, sehingga bisa langsung menyimpulkan bahwa si anu terlambat ini, dan si anu terlambat itu. Bisa saya sebenarnya dia sudah berprogress, yang mungkin kalau dibandingkan orang lain memang jatuhnya akan terlihat lebih lambat. Tanpa kita tahu dan mengetahui latar belakangnya, tanpa kita menghargai progressnya (yang walaupun “hanya” sedikit demi sedikit).

Saya kira.. hanya orang terdekat kita, yang tahu bagaimana progress kita, yang benar-benar berhak dan dapat menyimpulkan apakah kita lebih lambat atau lebih cepat, lebih hina atau lebih terpuji. Tapi, bagaimanapun idealnya, tetap saja ada orang-orang luar yang memang senang berkomentar ini dan itu, karena mungkin kita sudah sedemikian rupa untuk menyeletuk ini dan itu.

Yang terpenting, di dalam diri saya, saya tahu setiap orang memiliki nilai dan nilai apa yang terpenting di matanya sendiri-sendiri, dan ia hebat jika mencapai yang terbaik based on nilai yang ia anut, apapun persepsi orang lain 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s