Mari mengerjakan PR!

Setelah training selesai, saatnya membuat video untuk disubmit. Pertama, saya mengontak Titah untuk pinjam tempat, eh..studio fotonya sudah tiada. Saya pun terpikir untuk meminjam tempat di Rimba Baca, karena Mas Deny (penjaga di Rimba Baca) pernah bilang kalau Rimba Baca bisa dipinjam untuk berbagai kegiatan. Ternyata benar adanya hal itu, mana ramah bangetlah pemiliknya, jadi saya pun mulus bebas hambatan bisa meminjam tempat di Rimba Baca. Yeiiy.. Makasih ya Rimba Baca ūüėÄ

Selanjutnya menghubungi teman-temannya Hashfi untuk diajak ikut kids yoga, dan untungnya mereka semangat-semangat banget ya. Bahkan rela beli mat yoga baru untuk ikut kids yoga ini. Hihi. Terus minta Ade untuk fotoin deh ūüėÄ Beres deh semuanya.

Tanggal 4 Mei, berangkatlah kami semua pagi-pagi ke Rimba Baca. Harusnya sih yoganya dimulai jam 08.30, tapi biasalah ya si Ade telat bangun -_- jadi dimulai sekitar jam 9.30 apa jam 10.00 gitu.

Nah, buat yang mau tahu yoganya seperti apa, kira-kira beginilah gambarannya :p (disini saya bikin cerita sendiri tentang petualangan anak-anak yang ingin menjadi ksatria. Hal ini disesuakan karena semua muridnya laki-laki. Dalam yoga kali ini juga  dibanyakin gerakan-gerakan yang berguna untuk fokus dan konsentrasi, mengingat mereka kan menghabiskan sebagian waktunya di sekolah. Belum lagi kalau yang setelahnya ditambah les). Here we go!

Eh ya sebelumnya, berikut ini peralatan yang saya bawa ya, ada boneka, pom-pom, kartu yoga, dan sudah pasti mat yoga-nya.

image (2)

Yoga kali ini saya buka dengan pertanyaan, “Siapa yang mau ikut berpetualang?. Untuk berpetualang sebelumnya kita melakukan pemanasan terlebih dahulu, yaitu dengan mengatakan ‘Ong Namo Guru Dev Namo’ (yang disebut juga chanting)¬†selama tiga kali‘. Saat melakukan chanting, sebelumnya menarik nafas, lalu saat chanting pelan-pelan buang nafas.

image (3)

Sekarang kita akan berpetualang kemana ya?“, tanya saya¬†ke anak-anak ini. Agar lebih khusyuk dan terbawa suasana, saya¬† memutarkan lagu ‘Sounds of India‘ (semacam lagu-lagu gurun pasir gitu), dan mereka pun langsung menebak ‘gurun pasir!‘. Setelah itu saya bertanya, ‘kalau di gurun pasir, kita naik apa ya?‘, dan mereka menjawab ‘unta!‘ Jadi,¬†saya pun meminta mereka untuk melakukan gerakan unta. Gerakannya itu¬†menggoyang-goyangkan badan ke depan ke belakang (gak gitu jelas kelihatan sih di foto).

image (4)

¬†Saat mereka melakukan gerakan itu,¬†saya bertanya apa yang mereka lihat di gurun pasir? Macam-macamlah jawabannya.¬†Setelah 1 atau 2 menit gitu, saya tanya lagi ‘apa hewan yang mereka lihat di gurun pasir?‘. Mereka jawab ‘ular‘. Saya pun bertanya, ‘seperti apa pose ular?‘, dan kami pun melakukan cobra pose.

ImageSetelah itu¬†saya bilang ‘Wah..itu adalah ular yang berbahaya. Kita harus menghindarinya! Ayo berlari dengan bantuan (lalu saya menunjukkan kartu yoga) sepeda. Ayo sekarang bagaimana kalau menjadi sepeda? Itu kakinya digerakkan seperti sedang mengayuh sepeda gitu ya.’

BJ6H27VCEAAgN5k

Ketika melakukan itu,¬†saya menanyakan pada mereka ‘Apakah ularnya sudah pergi? Apakah kita sudah jauh dari dia?‘. Ketika sudah banyak dari mereka yang mengatakan ‘ularnya sudah pergi‘,¬†saya meminta mereka untuk berhenti dan pelan-pelan duduk kembali.

Kemudian saya menyentuh baju saya dan mengatakan bahwa baju saya kotor karena petualangan kita yang seru dan menyenangkan. Jadi, kita harus membersihkannya. Lalu saya menunjukkan kartu yoga dan meminta mereka untuk memperagakan mesin cuci.

image (8)

image (9)

Setelah sudah kucek-kucek, bersih deh bajunya. Tapi..baju kita masih basah. Jadi kita harus mengeringkannya! Lalu saya menunjukkan kartu yoga dan meminta mereka untuk melakukan pose dryer, yaitu menggulung-gulung tangan.

image (10)

image (11)

Setelah sudah selesai, saya mengatakan bahwa kita akan pergi ke petualangan lain, yaitu ke hutan. Tapi..sebelumnya kita membutuhkan transportasi ke sana. Saya meminta mereka untuk menebak alat transportasi apa yang akan kita pakai? Saat itu ada yang menebak : balon udara. Saya pun berkata ‘ya, betul. Tapi..kita gak punya balon udara. Ayo kita buat!‘. Saya meminta mereka untuk menarik nafas seraya mengangkat tangan (seperti membentuk balon), lalu menghembuskannya saat tangan diturunkan.

image (12)

Setelah balon udara sudah jadi, saatnya berangkat! Tidak berapa lama, kami sudah sampai di hutan. ‘Hmm.. Ada apa ya di sekitar hutan?‘ tanya saya. Mereka bilang ‘ada pohon‘. Lalu saya meminta mereka untuk melakukan tree pose. Jadi salah satu kaki ditekuk seperti itu dan tangan ke atas. Saya tanya ke mereka, berapa lama mereka bisa menjadi pohon. Mereka bilang 10. Jadi¬†kami pun berhitung sampai 10,¬†lalu melakukan pose yang serupa pada kaki satunya dengan hitungan 10 juga.

image (13)

Setelah itu saya katakan bahwa ada pengumuman di salah satu pohon tentang tantangan dari raja : “Barang siapa yang dapat mencapai kastil matahari pada jam 12 siang, maka dapat menjadi ksatria. Saya pun meminta mereka melihat jam, dan ternyata sudah jam 10! Kita harus cepat karena perjalanan masih jauh”. Saya pun meminta mereka berlari di dalam lingkaran.

image (14)

Setelah berlari sekitar 1 menit, saya mengatakan pada mereka bahwa kita sudah mencapai pinggir hutan karena kita sudah berlari dengan sangat cepat. Saya juga mengatakan pada mereka, bahwa ada sungai di depan mereka. Lalu saya bertanya, ‘kira-kira kita bisa naik apa ya untu melewati sungai?’ Mereka menjawab ‘perahu!’ Saya pun meminta mereka berpasangan dan menjadi perahu dengan posisi seperti di bawah ini,¬†lalu saling mendorok dan menarik secara bergantian sambil menyanyikan lagu ‘Row row row your boat

image (31)

Sekarang, kita sudah di ujung sungai!”, kata saya. Saya pun meminta mereka untuk mendekat dan mendengarkan cerita saya. Saya melanjutkan cerita dan mengatakan pada mereka bahwa kita sudah menemui penjaga sungai, yang mengatakan, jika kami ingin melewati sungai dan pergi ke daratan, maka kami harus mengatakan kata sandi, yaitu menyanyikan lagu ‘Yogini went to sea

image (15)

image (16)

Setelah bernyanyi dan menari, penjaga sungai mengijinkan mereka untuk memasuki daratan. Mereka sudah hampir sampai ke kastil matahari, tapi.. ada gunung di depan mereka! Saya pun meminta mereka untuk menjadi gunung, yaitu satu anak menunduk ke bawah dan membentuk diri seperti gunung, lalu satu lain merayap di tengah-tengahnya, dan setelah melewatinya menjadi gunung juga, lalu begitu seterusnya. Gerakan ini disebut juga rainbow dragon. Waktu kegiatan ini, saya melakukannya sampai 1 anak mendapat 2 giliran menjadi gunung. Mereka senang dan heboh banget di gerakan ini!

image (34)

Setelah itu, saya bertanya pada mereka, ‘bagaimana cara kita melewati gunung tersebut?’. Saya menunjukkan kartu yoga airplane, lalu mereka pun mengatakan bahwa mereka dapat menggunakan pesawat. Setelah itu mereka memperagakan pose pesawat, yaitu kedua tangan direntakan, kaki satu diangkat, dan pandangan lurus ke depan.

image (17)

selain itu bisa juga mendaki gunung, yaitu gerakan seperti memanjat tangga, satu tangan diangkat ke atas kuat-kuat, lalu dihempaskan ke bawah.

image (16)

Bisa juga dengan cara menaiki elang. Lalu kami melakukan eagle pose, yaitu tangan dan kaki ditekuk, seperti elang.

image (18)

Nah, dengan berbagai gerakan kreatif itu, kita sudah bisa melewati gunung deh. Di depan gerbang kastil matahari, ada penjaga yang menanyakan kata sandi, sehingga kami pun menyanyikan kata sandi, ‘I am Happy, I am Good‘.

image (19)

Setelah memberikan kata sandi pada penjaga, kita juga perlu menyampaikan pesan melalui gerak tubuh kita, atau disebut juga dengan telegraph game. Jadi semuanya duduk melingkar, lalu satu orang menyampikan pesan ke sebelahnya (bukan pesan suara ya, tapi pesan melalui gerak tubuh, misalnya meremas tangan beberapa kali). Oh ya, semua peserta matanya harus ditutup ya, terus nanti kalau pesan udah balik ke penerima pesan yang pertama dikroscek deh benar atau tidaknya.

image (21)

Setelah itu, saya bilang kalau kita sudah tiba di depan kastil matahari, tapi..karena tidak banyak orang yang datang ke kastil ini (secara perjalanan kesananya sulit juga), jadi kastilnya penuh debu. Saya pun meminta mereka untuk membersihkan debu dengan meniupkan pom-pom yang sudah saya taburkan. Ada 2 macam pompom, yang kecil dan besar. Saya meminta mereka memegang pompom yang kecil dengan satu tangan dan meniupkannya, tapi pompomnya tidak boleh sampai jatuh. Untuk pom-pom yang besar, saya minta juga memegang dengan satu tangan, lalu tangan yang lain di bawahnya. Nah, pompom ini harus jatuh ke tangan satunya, gak boleh jatuh ke lantai.

image (20)

Setelah sudah, saya bilang ke anak-anak ini bahwa mereka sudah menjadi ksatria, dan meminta mereka untuk melakukan pose ksatria.

image (22)

Nah, setelah itu, untuk menyambut mereka sebagai ksatria baru, peri-peri menarikan tarian bunga matahari. Lalu saya meminta mereka untuk melakukan pose matahari. Yaitu duduk melingkar dengan kaki diluruskan, lalu tangan menyentuh kaki (stretching gitu), itu artinya bunganya sedang menguncup, lalu saya meminta mereka tiduran, itu artinya bunga mataharinya sedang mengembang.

image (23)

Itu dilakukan beberapa kali, sampai terakhir saya meminta mereka untuk mengembang, lalu meminta mereka memejamkan mata dan rileks selama beberapa menit setelah sudah melakukan petualangan yang melelahkan tapi menyenangkan untuk menjadi ksatria matahari. Saya juga menaruh boneka binatang ke perut mereka.

image (24)

Setelah beberapa menit berlalu, saya mengatakan pada mereka bahwa sekarang saatnya untuk pulang ke rumah. Sebelum mereka bangun, mereka perlu untuk menggosok-gosok tangan dan kaki mereka.

image (25)

Setelah itu, menaruh tangannya yang hangat ke mata mereka.

image (26)

Lalu, tertawa namun jangan sampai membuat boneka yang ada di perut mereka terjatuh.

image (27)

Kemudian, tertawa sampai boneka yang ada di perut mereka terjatuh.

image (28)

Setelah itu, meminta mereka untuk perlahan-lahan bangun, dan mengatakan bahwa sudah saatnya untuk pulang. Mereka akan melewati pantai dan menaiki kapal untuk pulang ke rumah. Saat itu, saya meminta mereka untuk duduk melingkar, menutup mata, dan membayangkan mereka sedang ada di pantai sambil saya menceritakan hal-hal yang ada di pantai (meditasi).

image (29)

Setelah itu, saya katakan bahwa mereka sudah tiba di rumah. Saatnya untuk berpisah. Sebelumnya, saya minta mereka untuk bersama-sama menyanyikan lagu penutup, Long Time Sun. Selesai deh ūüôā

image (30)

Nah..jadi begitulah gambarannya yoga untuk anak-anak. Kalau ada yang mengira yoga duduk-duduk semedi sampai ngantuk, maka itu..salah besar ūüôā apalagi sama anak-anak. Bisa-bisa baru berapa menit pertama udah kaburlah itu anak-anak. Hihi. Gimana, seru kah? ūüėÄ Kalau saya sih senang ya mempraktekkan yoga untuk anak-anak.

Namaste!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s