VISA Jepang

passport-stamps-car-shape

Setelah VISA Amrik dan tiket sudah didapat, baru sadar kalau kami kan akan transit di Jepang beberapa hari, jadi..harus buat visa Jepang juga kan? Saat saya cari di internet, visa Jepang gak harus diurus oleh diri sendiri dan bisa diurus oleh tour (dengan bayar sekitar 100.000). Saya pikir ya sudahlah pakai agen aja daripada repot lagian gak mahal-mahal amat. Waktu saya pergi ke Penvil dan kebetulan ada tour disana, saya tanya kan biaya serta prosedurnya. Mereka bilang akan mereka urus tapi kami harus memberikan dokumen-dokumen lengkap ke tournya. Lah..kalau kayak gitu sama saja dan mendingan urus sendiri kan.

Lagipula, setelah saya lihat-lihat di websitenya kedutaan Jepang pun karena kita ke Amerika, maka pakainya visa transit (yang mana itu cuman 80.000. Lah mahalan bayar agennya dong kalau gitu), jadi akhirnya saya putuskan untuk gak pakai agen. Setelah itu, saya memutuskan menelepon kedutaan Jepang untuk memastikan (021-31924308), dan benarlah sesuai dengan pemahaman saya. Bahkan yang lebih menggembirakan lagi, walaupun saya dua kali datang ke Jepang (double transit) tetap hanya membayar 80.000. Petugasnya pun cepat tanggap saat di telepon dan menjawabnya juga enak, jadi saya pikir pertanda baiklah, gak akan susah mengurus visa Jepang. Persyaratan untuk mendapatkan visa pun amatlah mudah.

Saat ke kedutaan Jepang (letak kedutaan jepang itu sebelahnya EX, kalau naik Trans Jakarta turunnya di Bundaran HI, lalu tinggal jalan sebentar deh, prosedur pemeriksaannya pun tidak berbelit-belit. Kami tinggal masuk, menunggu sebentar, menyerahkan dokumen, beres deh. Saya diberikan sebuah kertas kuning untuk bukti pengambilan. Gampang bukan?

Yang gak gampang adalah setelahnya. Petugasnya kan bilang kalau proses pembuatan visanya sekitar 3 hari. Nah, setelah 3 hari kok tidak ada email atau SMS. Saya telfonlah kedutaan Jepang, terus petugas yang ngangkat bilang kalau saya langsung datang saja ke kedutaan karena dia juga tidak tahu (?).

Ya sudahlahlah berangkatlah saya ke kedutaan Jepang bersama mbak Nia, dan menunggu sebentar, benar langsung diberi paspor. Tapi..setelah dicek oleh mbak Nia, lah..kok ya visa transitnya hanya sampai sebelum tanggal 19 Agustus (saya lupa persisnya berapa). Lah, padahal kan jelas-jelas kami diminta untuk memberikan tiket asli, dan disitu sudah tertera kalau kami baru akan take off dari Jepang tanggal 19 Agustus. Kacau lah ini sistem. Waktu ditanyakan petugas pun mereka bilang kalau tidak melihat tiket kami (?). Kami diminta untuk menunggu dengan waktu yang lumayan lama (kenapa gak complain ya, keasyikan ngobrol kayaknya kalau yang ini), dan dipanggil kembali cuman untuk diberitahu kalau visa kami akan diganti dan bisa diambil tanggal 19 April. Ngok! Kalau gitu aja kan bisa dikasih tahu sebelumnya.

Jadi tuh batas visa ke Jepang hanya 4 bulan, karena kami mendaftar pada tangal (lupa tapi kita misalkan saja ya) 10 April, ya..berarti akan berakhir tanggal 10 Agustus. Kami berpikir : 1) kenapa gak diberitahu di awal? 2) ya sudah sih, kalau sudah tahu kami kecepetan gitu, kenapa juga gak dimundurin aja tanggalnya, yaitu dari 19 April sampai 19 Agustus karena sebelum Agustus pun kami belum mau bepergian ke Jepang juga.

Ya sudahlah, walaupun mendongkol gitu. Kami nurut sajalah untuk mengambil pada tanggal 19 April. Dicomplain juga petugasnya gak guna. Nah, waktu tanggal berapa gitu (kita misalkan tanggal 17 April saja ya), mbak Nia lagi lewat kedutaan Jepang. Ya sudah pasti sudah jadi lah paspor kami. Mbak Nia pun mengantri dan menghadap petugasnya, petugasnya bilang kalau pengambilan paspor baru bisa siang, sedangkan itu masih pagi. Padahal mah paspor sudah ada di sebelahnya dan tinggal diambil saja. Tapi sebelum pergi, mbak Nia meyakinkan bahwa paspor kami sudah ada dan tinggal diambil saja nanti siang, karena ia gak mau bolak-balik, dan petugasnya mengiyakan. Saat siangnya, petugasnya bilang kalau paspor belum bisa diambil (?) karena terteranya kan 19 April dan sekarang masih 17 April, padahal petugas itu orang yang sama dengan yang tadi pagi bilang kalau siang bisa diambil. Oh God! Ribet gak tuh? Padahal kan menurut logika saja, gak mungkin kami pergi ke Jepang sebelum 19 April juga. Duh!

Akhirnya setelah tanggal 19 April kami pergi kembali ke kedutaan Jepang dan dapatlah itu visa. Alhamdulillah. *dapat 2 visa pulak*

20130515-102451.jpg

Intinya, mendapatkan visa Jepang itu teramat mudah, asal jangan apply 4 bulan sebelum keberangkatan, karena sistem mereka belum rapih sehingga gak bisa menangani kasus macam begitu. Ciaoo!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s