VISA Amerika, susah didapat?

Hola!

20130515-092002.jpg

Tahu gak itu foto saya yang kayak tulang sayur itu buat apa? Hihi.. Yup, itu adalah visa Americano! Mitos bahwa pembuatan visa US itu menakutkan (apalagi untuk yang pakai jilbab) sudah saya buktikan salah besar. Malah ini kedutaan paling rapih yang pernah saya temui (dari segi sistem maksudnya).

Nah saat kemarin sebelum mengurus visa Amerika, salah satu hal yang cukup menolong adalah sharing pengalaman dari berbagai blog, yang membuat saya mendapatkan gambaran tentang situasi saat mengurus visa. Jadi..sekarang saya juga ingin berbagi tentang pengalaman saya saat mengurus visa. Semoga membantu!

Awalnya adalah mengisi form visa yang bernama DS-160. Tadinya saya tidak menemukan link-nya, yang membuat saya memutuskan untuk menelepon. Itu butuh waktu kira-kira 10 menit dan tidak kunjung berhasil pula (extensionnya banyak banget boo!), sampai akhirnya saya memutuskan mengirim email saja dan langsung dijawab dalam waktu 5 menit (memang yah era digital ternyata seperti ini). Linknya ini (dan kalau masih bingung bisa lihat FAQ disini).
Sebenarnya mengisinya mudah sekali, tapi karena tegang takut ada yang salah-salah, jadilah saya melakukan double recheck (eh apa triple recheck ya? Atau lebih?). Dari form ini yang paling penting dicek adalah jenis visa. Misalnya seperti saya yang mau training, maka pilih visa B. Tadinya saya pilih visa pelajar (maklum masih merasa mahasiswa terus haha), lalu waktu diminta nomor SEVIS, baru deh sadar ooo.. ada kesalahan dan ulang mengisi lagi deh -_-. Nah, jenis visa ini penting dipastikan sebelum membayar. Kenapa? (nanya sendiri jawab sendiri) karena kalau kita sudah membayar dan baru sadar kalau kita salah, maka uangnya tidak bisa dikembalikan (lumayan rangenya $160-190).

Kira-kira seperti ini tampilannya kalau sudah jadi DS-160nya *punya saya udah entah kemana, jadi ambil dari internet ya*

6120222203_f57941bb7b_z

Setelah sudah selesai mengisi , saatnya membayar. Tadinya ingin membayar online, tapi takut ada kesalahan (parno karena yang dipertaruhkan $160) jadilah membayar langsung di teller di Bank Permata Blok M (depan Melawai Plaza). Sebelumnya dipersyaratkan untuk membawa slip yang ada di link ini .

20130515-092939.jpg
Tapi ternyata baik di bank maupun ketika wawancara tidak ditanya tentang slip ini -__- (tapi jaga-jaga print saja ya).

Setelah dapat nomor resit dari bank,

20130515-095624.jpg
masuk ke link ini . Nanti kira-kira berselang 1-2 hari bisa membuat janji wawancara melalui link di atas.

20130515-100406.jpg

Setelah itu wawancara deh. Untuk yang spasialnya buruk seperti saya, ternyata tempatnya ada di dekat gambir. Tepatnya di belokan seberang PLN. Saya baru tahu kalau jam janji wawancara itu tidak berpengaruh. Yang penting datang di hari yang ditentukan (teman saya janji jam 8 tapi datang jam 8 lewat masih diperbolehkan masuk kok). Tapi lebih baik datang pagi sih karena kalau ada data yang tidak lengkap atau salah, bisa langsung diperbaiki di hari itu (tidak bolak-balik besoknya). Seperti yang terjadi pada saya -__- Saya sudah pede jaya merasa dokumen yang saya bawa sudah lengkap (walaupun sempat minder juga melihat orang bawa map beberapa gepok sementara saya hanya membawa 1 map, tipis pula *kalem*). Ternyata saya gagal di foto, saudara-saudara! Foto tuh memang paling epik dari awal. Saya tuh agak ragu dengan foto saya karena backgroundnya abu-abu semi putih, akhirnya dieditin sama saudara saya agar benar-benar putih. Lalu di websitenya kan ada ukuran inchi-inchinya dari kepala sampai manalah, dari mana sampai mana. Itu juga bikin deg-degan takut salah. Malah teman saya nakut-nakutin kalau petugasnya benar-benar mengukur pakai penggaris. Dan..ternyata bukan disitu letak kesalahan saya -___- Karena saya pakai kerudung, petugasnya bilang kalau kerudung saya menutupi dahi. Jadi harus foto ulang. Dan kalau bisa hari itu juga, dan semoga keburu karena gate akan ditutup jam 10 (apa jam 11 ya? Lupa saking kedernya). Ya sudah saya buru-buru tancap gas dan melambaikan tangan ke tukang bajaj. Untung tukang bajajnya aktif dan terampil. Ia langsung bilang kalau tahu tempat studio fotonya dan bahkan menawarkan fasilitas pulang-balik. Di studio foto saya baru tahu kalau dahi dan kuping harus kelihatan. Yaaa kalau gitu mah sudah pasti gagalnya, gak ada keterangannya gitu bagi yang memakai jilbab. Lagian kan kuping aurat, mister. Ya sudahlah yang penting jadi, walaupun muka disitu sudah macamnya tukang sayur.

Saya pun setelah ngibrit ke embassy, cap 10 jari, wawancara, dapet kertas putih (approve) deh. Ketika menunggu dipanggil wawancara, saya lihat yang dapat kertas merah (ditolak) jika jawabnya ragu-ragu, gak jelas, inkonsisten, atau ada kemungkinan bisa tinggal menetap di US. Misalnya ada ibu-ibu mau pergi liburan, tapi ditanya mau menginapnya dimana, jawabnya gak jelas. Ditanya umur anaknya aja, ia terbata-bata. Seperti mau nangis. Apa dia grogi ya ditanya bule yang seperti mengintimidasi gitu? Ada juga anak yang mau mengunjungi kakaknya di Washington. Anak ini habis lulus SMP. Ditanya sama interviewernya , anak itu bilang kalau ia baru mau SMA tahun depan. Waktu ditanya kenapa tahun depan, ia tidak bisa menjawab. Terus kemudian ditanya lagi, ia bilang akan kursus tahun depan (plin-plan, tadinya bilang mau nerusin SMA). Intinya dia saat ini tidak bersekolah, dan besar kemungkinan untuk menetap bekerja di Washington. Jadilah dapat merah. Intinya sih kalau tujuannya sudah jelas, jangan takut Insya Allah diapprove. Waktu kemarin sih saya ditanya tujuan, tahu dari mana, tentang training itu, jelaskan tentang trainingnya, berapa lama trainingnya, dimana, apa yang dilakukan selama training, siapa yang memberikan training, kenapa saya ikut training, pekerjaan saya di Indonesia, siapa yang akan membiayai. Setelah itu ia minta confirmation letter dari pihak penyelenggara training (thanks to surat saktinya mr. Abner)

20130515-100647.jpg
setelah itu ketik-ketik (sepertinya mencari benar atau fiktif itu trainingnya *sotoy), terus udah deh dapat kertas putih. Mungkin kalau yang dapat kartu kuning (dipertimbangkan) kalau tujuannya sudah jelas seperti saya, tapi setelah dicari tidak terdapat di mesin pencari, jadi masih harus dicek lagi (sotoy lagi).

Kalau saya waktu itu yang diperiksa akhirnya hanya confirmation letter, tapi untuk berjaga-jaga bawa juga (selain paspor asli, jadwal janji, bukti bayar, dan foto) bawa juga keterangan dari kantor bahwa bekerja di sana, KTP, KK, buku tabungan).

Sekian ya. Selamat berburu visa Amerika!

tzoo_passport_1162007

Iklan

6 thoughts on “VISA Amerika, susah didapat?

  1. Orang bilang visa Amrik paling susah, alhamdulillah, 4hari selesai dan diinterview cuma kurang dr 1 menit. Orang bilang visa Jepang juga susah, dapet last minute, beberapa jam sebelum terbang.
    Orang bilang dapetin visa schengen susah banget, sama kayak visa jepang, beberapa jam sebelum terbang dan ngurusnya pun mepet dan sedikit memaksa petugasnya.

    Dan ternyata saudara2x, visa yg paling susah di dunia adalah visa australia 😀 sama seperti 2 visa di atas, kali ini kurang beruntung a.k.a di-reject beberapa jam sebelum berangkat hahahahaha. Alahmak, bisa2xnya di-reject karena mis-communication dan sotoy nya itu visa officer 😀

    Utk visa us, tenang aja, kalem. Itu intinya 🙂

    • wah makasih infonya kalau saya belum pernah mengurus visa amerika tapi insya allah buklan december depan mau liburan kesana saat libur semester.. tapi kalau mengajukan visa australia sudah dua kali di approve,, mohon bimbingannya ya

      • Wah, sama-sama. Semoga sukses yaa 😀 kalau ada yang mau ditanyakan, tanyakan saja ya 🙂

  2. Iya setuju. Memang setiap orang beda-beda ya. Aku waktu itu yang susah justru visa Schengen, karena apply-nya berbarengan dengan rombongan dari Istana. Thanks ya sharingnya 🙂

  3. Terima kasih untuk sharing infonya. Saya sudah berkunjung ke Amerika Serikat sebanyak 6 kali. 4 kali mendapatkan visa amerika. 3 kali untuk visa F1 (untuk keperluan sekolah) di AS, 1 kali untuk visa turis (B1/B2). Menurut saya, untuk memohon visa Amerika Serikat, hal-hal paling pentingnya adalah percaya diri, jujur dan bicara lugas. Lebih bagus lagi jika bisa berbicara bahasa inggris.

  4. Sama-sama 😀 Terima kasih juga atas sharingnya 🙂 Iya betul. Kalau bicaranya gak PD, sepertinya petugasnya roman-romannya sudah siap-siap mengeluarkan kertas merah gitu ya 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s